Karir atau Karier: Mana Penulisan yang Benar menurut KBBI
Oleh Redaksi Karir Pintar25 Juli 2026

Antara karir atau karier, bentuk yang baku adalah karier. Ini bukan soal selera: entri karier di Kamus Besar Bahasa Indonesia mencantumkan keterangan "bentuk tidak baku: karir" tepat di bawah lemanya, jadi statusnya tertulis hitam di atas putih. Meski begitu, ejaan "karir" tetap dipakai di mana-mana, termasuk pada nama situs yang sedang kamu baca ini. Artikel ini menjelaskan mana yang benar menurut kamus, kenapa dua bentuk itu bisa hidup berdampingan, kapan kamu wajib menulis "karier" dan kapan "karir" masih aman, daftar kata serapan lain yang polanya sama persis, serta cara mengecek sendiri di KBBI daring tanpa perlu percaya artikel siapa pun.
Jawaban singkatnya: karier yang baku, karir tidak
Pertanyaan ini punya jawaban yang tidak abu-abu, dan kamu tidak perlu mengambilnya dari kami. Buka entri karier di Kamus Besar Bahasa Indonesia, kamus resmi yang disusun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Di sana lemanya ditulis dengan pemenggalan ka.ri.er, dan tepat di bawahnya ada satu baris kecil berbunyi "bentuk tidak baku: karir". Kalimat itu bagian dari entri resminya, bukan tafsir pembaca.
Entri yang sama memberi dua makna. Pertama, karier berarti perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya. Kedua, karier berarti pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Dua makna itu yang dipakai saat orang bicara soal perjalanan kerjanya, dan kami membahasnya lebih dalam di halaman pengertian karir. Di artikel ini kita hanya mengurus satu hal: huruf mana yang benar.
Ada bukti kedua yang lebih halus dan jarang diperhatikan orang. KBBI juga punya entri untuk karir, tetapi isinya bukan definisi. Entri itu cuma memuat lema ka.rir dan sebuah tanda panah yang mengarahkanmu ke "karier". Begitulah cara kamus memperlakukan bentuk tidak baku: dia tetap dicatat supaya orang yang mencarinya tidak tersesat, tetapi tidak diberi makna sendiri. Maknanya dititipkan ke bentuk yang baku.
Perhatikan juga bahwa bentuk baku itu ikut terbawa ke turunannya. KBBI mencatat wanita karier sebagai gabungan kata resmi, yang diartikan sebagai wanita yang berkecimpung dalam kegiatan profesi. Tidak ada entri "wanita karir". Jadi kalau kamu sudah memutuskan memakai bentuk baku, konsistensinya berlaku sampai ke frasa turunan, bukan cuma ke kata tunggalnya.
Kenapa dua bentuk ini sama-sama terasa benar
Kalau jawabannya sejelas itu, kenapa jutaan orang tetap menulis "karir" tanpa merasa salah? Karena refleks mereka sebenarnya masuk akal. Bahasa Indonesia menyerap ribuan kata asing, dan aturan penyerapannya tidak sesederhana yang dibayangkan. EYD Edisi V memuat bab khusus Penulisan Unsur Serapan dengan 95 kaidah untuk serapan umum saja. Sembilan puluh lima. Tidak ada penutur normal yang menghafalnya.
Lihat kaidah nomor 42 di daftar serapan umum: gabungan huruf ie dari bahasa Belanda yang dilafalkan /i/ menjadi i. Contoh resmi yang diberikan EYD adalah favoriet menjadi favorit, politiek menjadi politik, dan riem menjadi rim. Pola ini tertanam sangat kuat di kepala penutur Indonesia. Bertemu kata asing yang bunyinya di ujung terasa seperti /i/, refleksnya memendekkan ejaan. Dari situlah "karir" terasa begitu wajar, bahkan bagi orang yang bahasa Indonesianya rapi.
Masalahnya, EYD juga punya kaidah yang hasilnya berlawanan. Kaidah nomor 43, tepat di sebelahnya, menyebut gabungan huruf ie dari bahasa Latin tetap ie. Contohnya caries menjadi karies, species menjadi spesies, dan varietas tetap varietas. Jadi dua huruf yang sama persis bisa berakhir jadi "i" atau tetap "ie", tergantung asal dan lafalnya. Inilah inti persoalannya: kaidahnya bercabang, dan cabangnya ditentukan oleh informasi yang tidak kelihatan dari bentuk kata itu sendiri. Menebak dari pola tidak akan pernah cukup. Kamus yang memutuskan, dan itu bukan kegagalanmu.
Lalu dari mana asal kata ini sebenarnya? Di sinilah kami memilih berhenti dan berterus terang. Banyak tulisan di internet menyebutkan bahasa asal "karier" lengkap dengan bentuk aslinya, biasanya tanpa mencantumkan sumber apa pun. Kami tidak bisa ikut menuliskannya sebagai fakta, karena KBBI daring hanya menampilkan informasi etimologi kepada pengguna yang masuk dengan akun terdaftar. Halaman entri yang bisa dibuka siapa saja tanpa login, termasuk yang kami periksa untuk artikel ini, tidak memuat keterangan asal-usul itu. Kalau kamu penasaran, akun KBBI gratis dan etimologinya akan muncul di hasil pencarianmu. Yang bisa dicek siapa pun tanpa syarat tetap sama: bentuk bakunya karier.
Satu kaidah lagi menjelaskan kenapa ejaan Indonesia sering terasa tidak konsisten. Di bagian Serapan Khusus, EYD menyatakan bahwa unsur serapan yang sudah lazim digunakan dan tidak sesuai dengan kaidah umum penulisan unsur serapan tidak diubah. Contoh yang didaftarkan pedoman itu antara lain kabar, paham, napas, lafal, populer, proyek, bengkel, dongkrak, dan telepon. Artinya pedoman resminya sendiri mengakui bahwa kebiasaan pemakaian punya bobot, dan tidak semua kata dipaksa tunduk pada rumus. Bahasa Indonesia bukan hasil kalkulasi murni. Ia campuran antara aturan dan sejarah pemakaian.
Yang perlu digarisbawahi, pengecualian itu diputuskan oleh penyusun kamus, bukan oleh penutur satu per satu. "Karir" tidak ada di daftar pengecualian tersebut, dan sampai hari ini KBBI masih melabelinya tidak baku. Jadi kaidah ini menjelaskan kenapa ejaan kita berantakan, tetapi tidak memberimu tiket bebas.

Kapan wajib pakai karier, kapan karir masih aman
Pertanyaan yang lebih berguna daripada "mana yang benar" adalah "seberapa mahal harga salahnya di situasi ini". Kata tidak baku bukan pelanggaran hukum, dan tidak ada yang menangkapmu karena menulis "karir" di grup WhatsApp. Yang ada adalah konteks tempat ketidakbakuan itu menimbulkan biaya nyata, dan konteks tempat biayanya nol. Membedakan keduanya jauh lebih praktis daripada menghafal aturan.
| Konteks | Pakai | Alasan |
|---|---|---|
| Skripsi, tesis, jurnal, tugas kuliah | Karier | Penulisannya dinilai. Dosen dan reviewer memakai KBBI sebagai patokan, dan kata tidak baku bisa jadi coretan merah |
| Surat resmi, dokumen kantor, laporan instansi | Karier | Dokumen resmi diarsipkan dan dibaca lintas pihak. Ejaan baku bagian dari standar penulisan dinas |
| Surat lamaran dan CV | Karier | Ini contoh tulisan pertamamu yang dibaca perekrut. Ejaan baku bekerja diam-diam sebagai sinyal ketelitian |
| Media, artikel, dan naskah yang disunting redaksi | Karier | Hampir semua penyunting berpedoman pada KBBI. Naskah dengan kata tidak baku akan dikoreksi juga pada akhirnya |
| Nama brand, merek, dan nama produk | Bebas | Nama adalah identitas, bukan pernyataan kebahasaan. Tidak ada kewajiban nama dagang mengikuti bentuk baku |
| URL, slug, dan kata kunci pencarian | Ikuti kebiasaan orang | URL mengikuti cara orang mengetik, bukan cara kamus menulis. Memaksakan bentuk baku di sini justru bisa membuatmu tidak ditemukan |
| Judul lowongan dan iklan kerja | Ikuti kebiasaan orang | Tujuannya ditemukan pelamar. Kata yang diketik pelamar lebih menentukan daripada kata yang dianjurkan kamus |
| Chat, media sosial, obrolan sehari-hari | Bebas | Tidak ada biaya sama sekali. Keduanya dipahami tanpa jeda oleh lawan bicaramu |
Pola dari tabel itu bisa diringkas jadi satu pertanyaan: apakah tulisan ini akan dibaca oleh orang yang memegang pedoman? Kalau ya, pakai "karier". Kalau tulisannya hidup di dunia tempat orang mengetik apa adanya, bentuk yang lazim justru lebih berguna. Ini bukan kompromi malas, melainkan pengakuan bahwa ejaan punya fungsi berbeda di ruang yang berbeda.
Untuk urusan lamaran, saran kami sedikit lebih tegas. Perekrut tidak akan menolakmu karena satu huruf, dan siapa pun yang bilang begitu sedang menakut-nakutimu. Tetapi berkas lamaran adalah salah satu dari sedikit tulisan yang dibaca orang asing yang belum mengenalmu sama sekali, jadi setiap detail kecil ikut membentuk kesan. Kalau kamu sedang menyusun CV atau surat lamaran, pilih bentuk baku dan konsisten dari awal sampai akhir. Konsistensi bahkan lebih penting daripada pilihannya: dokumen yang memakai "karier" di satu paragraf lalu "karir" di paragraf berikutnya terlihat lebih ceroboh daripada dokumen yang salah tetapi seragam.
Jujur saja: nama situs ini sendiri tidak baku
Kami harus mengakui hal yang mungkin sudah kamu sadari sejak paragraf pertama. Situs ini bernama Karir Pintar dan beralamat di karirpintar.com. Kami memakai bentuk yang tidak baku, di halaman yang isinya menjelaskan bahwa bentuk itu tidak baku. Rasanya memang janggal, dan kami lebih suka mengatakannya sendiri daripada berpura-pura tidak ada.
Alasannya ada dua, dan tidak satu pun berupa pembelaan kebahasaan. Pertama, ini nama. Nama merek diperlakukan sebagai identitas, sama seperti orang bernama Rizky tidak sedang salah mengeja "rezeki". Kedua, dan ini yang lebih menentukan, orang mencari dengan kata yang mereka ketik, bukan dengan kata yang dianjurkan kamus. Situs yang ingin ditemukan oleh pencari kerja harus berdiri di tempat pencari kerja mengetuk pintu. Kami memilih bisa ditemukan.
Yang tidak akan kami lakukan adalah membalik cerita dan mengklaim bahwa karena kami memakainya, maka "karir" jadi sah. Tidak begitu cara kerjanya. KBBI tetap yang menentukan, dan sampai entri itu berubah, "karir" tetap bentuk tidak baku termasuk saat dipakai oleh kami. Kami memakai bentuk tidak baku dengan sadar dan menanggung konsekuensinya, bukan mencari pembenaran.
Jujur saja, sebagian besar tulisan soal kata baku terlalu senang menggurui. Nadanya seolah orang yang menulis "karir" sedang merusak bahasa Indonesia. Padahal penutur yang memilih bentuk lazim bukan sedang malas, dia sedang berkomunikasi, dan komunikasinya berhasil. Yang berguna bukan rasa bersalah, melainkan tahu kapan ketelitian itu berbayar dan kapan tidak. Kalau kamu selama ini menulis "karir", kamu tidak sedang melakukan kesalahan memalukan. Kamu cuma perlu tahu di dokumen mana huruf itu penting.

Kata serapan lain yang polanya sama persis
Kalau "karir" membuatmu ragu, kamu hampir pasti juga ragu pada belasan kata lain tanpa menyadarinya. Kebingungan yang sama berulang di banyak serapan, dan biasanya di titik yang itu-itu juga: huruf e yang tergoda jadi i, huruf v yang tergoda jadi f, dan konsonan yang tergoda ditukar demi enak diucapkan. Semua pasangan di tabel berikut kami ambil dari entri KBBI daring masing-masing, dan tiap barisnya bisa kamu cek sendiri dalam hitungan detik.
| Bentuk baku | Bentuk tidak baku | Pola kebingungan |
|---|---|---|
| karier | karir | Huruf e dianggap luruh jadi i |
| atlet | atlit | Huruf e dianggap luruh jadi i |
| apotek | apotik | Huruf e dianggap luruh jadi i |
| praktik | praktek | Kebalikannya: huruf i dikira e |
| analisis | analisa | Akhiran -is dikira -a |
| risiko | resiko | Vokal i pada suku awal dikira e |
| aktivitas | aktifitas | Huruf v dikira f karena lafalnya mirip |
| kreativitas | kreatifitas | Huruf v dikira f karena lafalnya mirip |
| izin | ijin, idzin | Huruf z dikira j |
| zaman | jaman | Huruf z dikira j |
| ekstrem | ekstrim | Huruf e dianggap luruh jadi i |
| konkret | konkrit, kongkrit | Huruf e dianggap luruh jadi i |
| komplet | komplit | Huruf e dianggap luruh jadi i |
| sistem | sistim | Huruf e dianggap luruh jadi i |
| metode | metoda | Vokal akhir dikira a |
| antre | antri | Vokal akhir dikira i |
| hakikat | hakekat | Vokal i pada suku kedua dikira e |
| nasihat | nasehat | Vokal i pada suku kedua dikira e |
| jadwal | jadual | Konsonan w dikira vokal u |
| kualitas | kwalitas | Gabungan ku dikira kw |
| teknik | tehnik | Gabungan kn dikira hn |
| provinsi | propinsi | Huruf v dikira p |
| sekretaris | sekertaris | Urutan huruf tertukar saat diucapkan |
| silakan | silahkan | Sisipan h yang tidak ada di lemanya |
| telepon | telpon, telefon | Vokal e di tengah dianggap hilang |
| November | Nopember | Huruf v dikira p |
| Februari | Pebruari | Huruf F dikira P |
Kalau kamu perhatikan kolom paling kanan, sebagian besar kebingungan lahir dari satu sumber yang sama: kita mengeja mengikuti cara kita mengucapkan. "Aktifitas" ditulis begitu karena memang begitu bunyinya di mulut. "Sekertaris" muncul karena lidah kita menyusun ulang huruf agar lebih mudah. Ini bukan kebodohan, ini cara kerja bahasa lisan. Ejaan baku memang tidak selalu mengikuti telinga, dan justru karena itu ia perlu dicek, bukan dirasakan.
Satu pola yang layak kamu hafal karena hasilnya paling sering dipakai di dunia kerja: akhiran -vitas hampir selalu benar, dan -fitas hampir selalu salah. Aktivitas, kreativitas, produktivitas, sportivitas, efektivitas. Kalau kamu cuma punya energi untuk mengingat satu aturan dari seluruh artikel ini, ingat yang ini. Lima kata itu muncul di hampir setiap CV, laporan kinerja, dan deskripsi diri.
Cara mengecek sendiri di KBBI daring dalam 30 detik
Kemampuan yang benar-benar berguna bukan menghafal daftar di atas, melainkan bisa memeriksa kata apa pun kapan pun tanpa bergantung pada artikel orang. Alatnya gratis, resmi, dan bisa dibuka dari ponsel. Ada satu jebakan yang perlu kamu tahu lebih dulu: alamat lama KBBI di domain kemdikbud sudah tidak aktif setelah restrukturisasi kementerian, jadi tautan lama yang mungkin tersimpan di bookmark-mu akan mati. Alamat yang hidup sekarang ada di kbbi.kemendikdasmen.go.id.
- Buka KBBI daring langsung ke entrinya. Cara tercepat bukan lewat kotak pencarian, melainkan mengetik alamatnya langsung, misalnya kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/karier. Ganti kata terakhir dengan kata apa pun yang ingin kamu periksa.
- Baca baris kecil di bawah lema. Kalau kata yang kamu ketik adalah bentuk baku, di bawahnya akan muncul keterangan "bentuk tidak baku" berisi daftar varian yang salah. Itu penanda bahwa kamu sedang melihat bentuk yang benar.
- Perhatikan kalau yang muncul cuma tanda panah. Kalau entri itu tidak punya definisi dan hanya menampilkan panah ke kata lain, artinya kata yang kamu ketik adalah bentuk tidak baku, dan kata yang ditunjuk panah itulah yang benar. Inilah yang terjadi kalau kamu mengetik "karir".
- Cek juga frasa turunannya, bukan cuma kata dasarnya. Ketik gabungan katanya secara utuh, misalnya "wanita karier". Banyak gabungan kata punya entri sendiri, dan di situ bentuk bakunya terlihat jelas.
- Kalau entri tidak muncul, jangan langsung menyimpulkan. KBBI membatasi permintaan berulang dari pengunjung tanpa akun, jadi halaman kosong sering berarti kamu sedang dibatasi, bukan berarti katanya tidak ada. Tunggu sebentar lalu ulangi.
- Untuk kaidah, bukan kata, buka EYD Edisi V. Kalau yang ingin kamu pahami adalah alasannya dan bukan cuma jawabannya, seluruh kaidah penyerapan tersedia gratis di pedoman EYD daring.
Kebiasaan ini membayar dirinya sendiri dengan cepat. Sekali kamu tahu cara membaca entri KBBI, kamu tidak akan pernah lagi butuh mencari artikel berjudul "X atau Y, mana yang benar", termasuk artikel ini. Itu memang tujuan kami menulisnya: bukan supaya kamu kembali ke sini, tetapi supaya kamu tidak perlu.
Terakhir, satu pengingat supaya urusan huruf ini tidak membesar melebihi porsinya. Ejaan yang rapi membantu, tetapi ia tidak pernah jadi alasan seseorang diterima atau ditolak kerja. Yang menentukan tetap isi: apa yang bisa kamu kerjakan dan seberapa jelas kamu menjelaskannya. Kalau kamu sedang memetakan langkah berikutnya, panduan pohon karir membantu melihat percabangan jenjang di bidangmu, sementara pengertian karir membedah apa yang sebenarnya diukur oleh kata ini. Perbaiki hurufnya dalam sepuluh detik, lalu kembali ke pekerjaan yang sesungguhnya.
Baca juga
Sumber
Setiap angka di artikel ini dapat Anda telusuri ke sumber resmi berikut.
- Entri "karier" (bentuk tidak baku: karir) di KBBI Daring VI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Entri "karir" di KBBI Daring VI (tanpa definisi, dirujukkan ke karier) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Entri "wanita karier" di KBBI Daring VI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Penulisan Unsur Serapan, EYD Edisi V (pengantar dan pembagian unsur serapan) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Serapan Umum, EYD Edisi V (95 kaidah; kaidah 42 ie Belanda menjadi i, kaidah 43 ie Latin tetap ie) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Serapan Khusus, EYD Edisi V (kaidah unsur serapan yang sudah lazim tidak diubah: kabar, paham, napas, populer, telepon) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Entri "atlet" (bentuk tidak baku: atlit) di KBBI Daring VI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Entri "praktik" (bentuk tidak baku: praktek) di KBBI Daring VI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Entri "izin" (bentuk tidak baku: idzin, ijin) di KBBI Daring VI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Entri "analisis" (bentuk tidak baku: analisa) di KBBI Daring VI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Entri "risiko" (bentuk tidak baku: resiko) di KBBI Daring VI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Entri "aktivitas" (bentuk tidak baku: aktifitas) di KBBI Daring VI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
- Entri "kreativitas" (bentuk tidak baku: kreatifitas) di KBBI Daring VI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
FAQ
Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul.
Karir atau karier, mana yang benar?
Yang benar dan baku adalah karier. Entri karier di KBBI mencantumkan keterangan "bentuk tidak baku: karir" tepat di bawah lemanya. Keduanya bermakna sama dan sama-sama dipahami, tetapi hanya "karier" yang diakui kamus resmi.
Apakah salah kalau saya menulis karir?
Tidak baku bukan berarti tidak dimengerti, dan tidak ada sanksi apa pun untuk pemakaian sehari-hari. Yang perlu kamu perhatikan cuma konteksnya. Di skripsi, surat resmi, CV, surat lamaran, dan naskah yang disunting redaksi, pakai "karier" karena tulisanmu dibaca orang yang berpegang pada KBBI. Di chat dan media sosial, tidak ada biayanya sama sekali.
Kenapa banyak orang tetap menulis karir kalau tidak baku?
Karena refleksnya masuk akal. Bahasa Indonesia punya banyak serapan yang gabungan huruf ie-nya luruh jadi i, dan EYD sendiri mencontohkannya lewat politiek menjadi politik serta favoriet menjadi favorit. Pola itu tertanam kuat, jadi "karir" terasa wajar. Tetapi EYD juga punya kaidah kebalikannya untuk ie asal Latin yang tetap ditulis ie, seperti species menjadi spesies. Karena kaidahnya bercabang, menebak dari pola tidak pernah cukup dan kamus yang jadi penentu.
Kalau tidak baku, kenapa situs ini bernama Karir Pintar?
Karena itu nama merek, dan karena orang mencari dengan kata yang mereka ketik, bukan kata yang dianjurkan kamus. Kami memakai bentuk tidak baku dengan sadar supaya bisa ditemukan pencari kerja. Yang tidak kami lakukan adalah mengklaim bahwa hal itu membuat "karir" jadi baku. KBBI tetap yang menentukan, dan labelnya tetap berlaku juga untuk kami.
Bagaimana penulisan yang benar untuk wanita karir?
Bentuk bakunya wanita karier. KBBI mencatat wanita karier sebagai gabungan kata resmi yang berarti wanita yang berkecimpung dalam kegiatan profesi, dan tidak ada entri "wanita karir". Bentuk baku ikut terbawa ke frasa turunan, jadi konsistensinya berlaku sampai ke sana.
Apa saja kata serapan lain yang sering salah seperti karir?
Yang paling sering muncul di dunia kerja antara lain atlet (bukan atlit), praktik (bukan praktek), izin (bukan ijin), analisis (bukan analisa), risiko (bukan resiko), aktivitas (bukan aktifitas), dan kreativitas (bukan kreatifitas). Satu pola yang layak dihafal: akhiran -vitas hampir selalu benar dan -fitas hampir selalu salah.
Bagaimana cara mengecek kata baku sendiri di KBBI?
Buka kbbi.kemendikdasmen.go.id lalu ketik alamat entrinya langsung, misalnya /entri/karier. Kalau di bawah lema muncul keterangan "bentuk tidak baku", berarti kata yang kamu ketik sudah benar. Kalau yang muncul cuma tanda panah ke kata lain tanpa definisi, berarti kata yang kamu ketik tidak baku. Perlu dicatat, alamat lama KBBI di domain kemdikbud sudah tidak aktif, dan halaman yang kosong biasanya berarti permintaanmu sedang dibatasi, bukan berarti katanya tidak ada.
Artikel lain yang mungkin berguna
Lanjutkan membaca topik yang berdekatan.
Karir Adalah: Pengertian, Tahapan, dan Bedanya dengan Pekerjaan
Karir adalah perkembangan dan kemajuan seseorang dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya, sesuai definisi.
Baca artikelCara Membalas Panggilan Interview via WhatsApp dan Email: Contoh Balasan Sopan
Cara membalas undangan interview via WhatsApp atau email sebenarnya sederhana: balas di hari yang sama, sebut ulang posisi yang kamu lamar, nyatakan kesediaan.
Baca artikelContoh Kerja Freelance: 20 Jenis Pekerjaan dan Cara Memulainya
Contoh kerja freelance yang paling banyak dikerjakan berkumpul di lima rumpun: tulis-menulis dan bahasa, visual dan desain, teknologi dan data.
Baca artikelMasih ada yang mengganjal soal pengembangan karir?
Kirim pertanyaan Anda. Kami bantu jawab dengan acuan data resmi, bukan tebakan.
Tanya via WhatsApp