Pengembangan Karir

Jenjang Karir Adalah: Tahapan dan Cara Menaikinya

Oleh Redaksi Karir Pintar29 Juli 2026

Ilustrasi jenjang karir berupa anak tangga bertingkat yang naik dari level terendah ke level tertinggi

Jenjang karir adalah tingkatan jabatan yang disusun bertingkat di dalam sebuah organisasi, dari level paling awal sampai level pimpinan, dan setiap tingkat punya lingkup tanggung jawab serta syarat naik yang berbeda. Kalau karir adalah perjalananmu, jenjang karir adalah tangga yang kamu naiki di dalam satu organisasi. Satu hal yang perlu kamu tahu sejak awal: di sektor swasta, nama level seperti staf, senior, supervisor, dan manajer tidak punya standar resmi, jadi "Manager" di satu perusahaan bisa setara "Supervisor" di perusahaan lain. Artikel ini membahas struktur level yang umum di Indonesia, dua jalur naik yang tersedia, apa yang sebenarnya dinilai saat promosi, cara menaikinya, dan kapan jenjang di kantormu memang sudah mentok.

Jenjang karir adalah tangganya, bukan perjalanannya

Buka struktur organisasi perusahaan mana pun dan kamu akan melihat kotak-kotak yang bertingkat. Itulah jenjang karir: susunan level jabatan dari yang paling dasar sampai yang paling tinggi, masing-masing dengan lingkup tanggung jawab, wewenang memutuskan, dan syarat masuk yang berbeda. Jenjang menempel pada perusahaan, bukan pada dirimu, jadi begitu kamu keluar, level itu tidak ikut pindah otomatis.

Tiga istilah tetangga sering tertukar, jadi kami pisahkan sejak awal. Karir adalah keseluruhan perjalanan kerjamu lintas waktu dan lintas perusahaan, dijelaskan di pengertian karir. Pohon karir adalah peta semua kemungkinan jalur sebuah profesi, lengkap dengan percabangan ke bidang lain, dan cara membuatnya ada di panduan pohon karir. Sementara jenjang karir jauh lebih sempit: ia hanya bicara tingkatan formal di dalam satu organisasi dan mekanisme naik dari satu tingkat ke tingkat berikutnya. Karir itu perjalanannya, pohon karir itu petanya, jenjang karir itu tangganya.

Kenapa perusahaan repot-repot membuat level

Level bukan dibuat supaya karyawan punya sesuatu untuk dikejar. Ada alasan operasional di baliknya, dan memahaminya mengubah cara kamu membaca peluang promosi.

  • Membagi wewenang memutuskan. Organisasi perlu tahu siapa yang boleh menyetujui pengeluaran, siapa yang menandatangani kontrak, dan siapa yang menanggung akibatnya. Level adalah jawaban atas pertanyaan itu.
  • Menstandarkan biaya tenaga kerja. Tanpa level, setiap gaji harus dinegosiasikan satu per satu tanpa acuan. Dengan level, ada rentang bayaran per tingkat sehingga anggaran bisa direncanakan.
  • Menyiapkan pengganti. Kalau seorang manajer keluar besok, perusahaan perlu tahu siapa yang sudah disiapkan di tingkat bawahnya. Jenjang membuat suksesi bisa direncanakan, bukan panik dadakan.
  • Menahan orang supaya tidak pergi. Orang yang tahu langkah berikutnya cenderung bertahan lebih lama daripada orang yang merasa jalannya buntu.

Yang jarang dibahas: jenjang karir dirancang untuk kebutuhan perusahaan lebih dulu, baru untuk kamu. Manfaat buat karyawan memang nyata, tetapi ia efek samping, bukan tujuan utamanya. Konsekuensinya penting. Kalau kamu memperlakukan jenjang karir sebagai janji, kamu akan kecewa saat promosi tidak datang meski kerjamu bagus. Kalau kamu memperlakukannya sebagai aturan main yang perlu dipelajari, kamu tahu kapan permainannya sudah tidak menguntungkan.

Ringkasnya. Jenjang karir menjawab dua pertanyaan: apa lingkup tanggung jawab di tiap tingkat, dan apa yang harus kamu tunjukkan untuk naik ke tingkat berikutnya. Kalau kamu tidak bisa menjawab pertanyaan kedua untuk kantormu sendiri, itu pekerjaan rumah pertamamu setelah membaca artikel ini.

Struktur level yang umum di perusahaan Indonesia

Tidak ada undang-undang yang mengatur nama jabatan di perusahaan swasta. Setiap perusahaan bebas menyusun dan menamai levelnya sendiri. Meski begitu, ada pola yang berulang karena kebutuhan organisasinya mirip: ada yang mengerjakan, ada yang mengatur pekerjaan harian, ada yang memegang satu fungsi utuh, dan ada yang menentukan arah.

Ilustrasi tingkatan jenjang karir yang umum ditemui di perusahaan Indonesia beserta lingkup tanggung jawabnya
TingkatNama yang sering dipakaiLingkup tanggung jawab
PemulaIntern, Trainee, JuniorMengerjakan tugas yang instruksinya sudah jelas, dengan pengawasan melekat
PelaksanaStaf, Officer, AssociateMenyelesaikan pekerjaan rutin di bidangnya tanpa perlu diawasi tiap langkah
SeniorSenior Staff, Senior SpecialistMenangani kasus sulit dan tidak standar, menjadi rujukan rekan satu tim
PenyeliaSupervisor, Koordinator, Team LeadMengatur jalannya pekerjaan sekelompok kecil orang dan memastikan target periodik tercapai
ManajerManager, Kepala Bagian, Kepala DepartemenMemegang satu fungsi utuh: rencananya, anggarannya, dan orang di dalamnya
Manajer seniorSenior Manager, General Manager, Kepala DivisiMenggabungkan beberapa tim atau fungsi, memimpin lewat para manajer
PimpinanDirector, VP, C-level (CEO, CFO, CTO)Menentukan arah, prioritas, dan alokasi sumber daya seluruh organisasi
Tabel di atas ilustrasi, bukan standar resmi. Tidak ada aturan yang mewajibkan perusahaan swasta memakai nama level ini. Susunannya sangat bervariasi antar perusahaan dan antar industri: ada yang melewati level tertentu, menggabungkan dua level jadi satu, atau memakai nama yang sama sekali berbeda. Pakai tabel ini untuk memahami pola lingkup tanggung jawab, jangan untuk berdebat dengan HRD.
Ilustrasi tangga tujuh anak tangga yang mewakili tingkatan jenjang karir dari pemula sampai pimpinan
Pola tingkatan yang berulang di banyak organisasi: dari mengerjakan tugas, mengatur pekerjaan, memegang fungsi, sampai menentukan arah

Variasinya lebih liar daripada yang orang kira. Di perusahaan rintisan berisi belasan orang, seseorang bisa bergelar Manager sambil membawahi dua orang. Di pabrik besar, seorang Supervisor bisa mengatur puluhan orang di lantai produksi dengan tanggung jawab keselamatan kerja yang serius. Dua-duanya sah menurut perusahaannya masing-masing. Sebagian perusahaan bahkan tidak memakai nama jabatan sebagai penanda level, melainkan sistem grade bernomor, sehingga dua orang dengan judul sama bisa berada di rentang gaji yang berbeda.

Implikasinya praktis. Pertama, jangan menilai tawaran kerja dari judul jabatannya. Tanyakan lingkup tanggung jawabnya, berapa orang yang terlibat, dan keputusan apa yang boleh kamu ambil sendiri. Judul mentereng dengan lingkup sempit adalah cara murah menaikkan semangat tanpa menaikkan biaya. Kedua, karena nama level tidak seragam, rentang gaji per level juga tidak bisa digeneralisasi. Bandingkan acuan penghasilan berdasarkan profesi di halaman gaji, lalu lihat pola syarat yang berulang di lowongan kerja untuk posisi di atasmu.

Jenjang karir ASN: contoh struktur yang benar-benar resmi

Ada satu tempat di Indonesia yang jenjangnya bukan sekadar kebiasaan perusahaan, melainkan diatur undang-undang: Aparatur Sipil Negara. Bagian ini relevan kalau kamu berkarir sebagai ASN, dan tetap berguna untuk pekerja swasta sebagai cermin.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, jabatan ASN terdiri atas dua kelompok saja: Jabatan Manajerial dan Jabatan Nonmanajerial. Jabatan Manajerial didefinisikan sebagai jabatan yang memimpin unit organisasi dan memiliki pegawai yang berkedudukan langsung di bawahnya. Jabatan Nonmanajerial mengutamakan kompetensi teknis sesuai bidangnya dan tidak memiliki tanggung jawab langsung mengelola serta mengawasi kinerja pegawai lain. Perhatikan bahwa keduanya berdiri sejajar, bukan yang satu versi gagal dari yang lain.

Kelompok dan jenjang jabatan ASN beserta dasar hukumnya
Kelompok jabatanJenjang di dalamnyaDasar hukum
Jabatan ManajerialJabatan pimpinan tinggi utama, jabatan pimpinan tinggi madya, jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, jabatan pengawasUU 20/2023 Pasal 14
Jabatan NonmanajerialJabatan fungsional dan jabatan pelaksanaUU 20/2023 Pasal 18
Jabatan fungsional kategori keahlianAhli utama, ahli madya, ahli muda, ahli pertamaPP 11/2017 Pasal 69
Jabatan fungsional kategori keterampilanPenyelia, mahir, terampil, pemulaPP 11/2017 Pasal 69
DATA RESMI Sumber aturannya. Pembagian Jabatan Manajerial dan Jabatan Nonmanajerial diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2023 Pasal 13, dengan rincian jenjang manajerial di Pasal 14 dan nonmanajerial di Pasal 18. Kategori dan jenjang jabatan fungsional diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS Pasal 69, yang berstatus berlaku menurut basis data peraturan BPK. Kami sengaja tidak mencantumkan golongan, pangkat, atau angka tunjangan karena pengaturannya tersebar di banyak peraturan turunan dan berbeda antar instansi.

Undang-undang yang sama juga menyebut tingkatan di dalam kelompok manajerial: jabatan pimpinan tinggi berada di tingkat tinggi, jabatan administrator di tingkat menengah, dan jabatan pengawas di tingkat dasar. Di kelompok nonmanajerial, jabatan fungsional memberikan pelayanan sesuai keahlian atau keterampilan tertentu, sedangkan jabatan pelaksana menangani pekerjaan rutin dan sederhana. Susunan ini menjelaskan kenapa seorang dokter, guru, atau peneliti berstatus ASN bisa terus naik jenjang tanpa pernah menjadi kepala kantor.

Pelajaran untuk pekerja swasta ada di sini: negara secara eksplisit mengakui bahwa naik jenjang tidak harus lewat memimpin orang. Kalau struktur sebesar birokrasi Indonesia bisa menuliskan dua jalur secara terpisah, tidak ada alasan teknis kenapa perusahaan tidak bisa. Yang sering terjadi bukan tidak bisa, melainkan tidak pernah dibicarakan.

Dua jalur naik: jalur keahlian dan jalur manajerial

Ini bagian yang paling sering hilang dari percakapan karir di Indonesia. Banyak orang mengira satu-satunya cara naik jenjang adalah menjadi manajer, lalu bertahun-tahun mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Padahal di banyak organisasi ada jalur kedua yang sejajar, sering disebut jalur individual contributor atau IC, yaitu jalur untuk orang yang terus naik lewat kedalaman keahlian tanpa membawahi siapa pun. Sebutan lain yang sering dipakai: jalur spesialis, jalur teknis, atau jalur keahlian.

Jujur saja, promosi ke posisi manajer sering diterima bukan karena orangnya ingin memimpin, melainkan karena itu satu-satunya pintu yang terlihat menuju gaji dan pengakuan yang lebih besar. Hasilnya rugi dua arah: perusahaan kehilangan ahli terbaiknya dan mendapat manajer yang biasa saja, sementara kamu menghabiskan hari dengan pekerjaan yang berbeda total dari hal yang dulu membuatmu ahli. Naik jenjang seharusnya menambah tanggung jawab, bukan mengganti profesimu diam-diam.

Isi harian dua jalur ini benar-benar berbeda

  • Jalur manajerial. Sebagian besar waktumu habis untuk rapat, keputusan, menyusun prioritas, menengahi konflik, menilai kinerja orang, dan menjelaskan keputusan atasan kepada tim. Hasilmu diukur lewat hasil orang lain. Kalau kamu masih ingin mengerjakan pekerjaan teknis sendiri, jalur ini akan terasa seperti pekerjaanmu terus-menerus direbut.
  • Jalur keahlian (IC). Sebagian besar waktumu habis untuk masalah paling sulit di bidangmu, menetapkan standar, meninjau pekerjaan orang lain, dan menjadi rujukan saat semua orang buntu. Hasilmu diukur lewat kualitas dan dampak keputusan teknis. Kamu tetap perlu memengaruhi orang, hanya saja tanpa wewenang formal, dan itu tantangan tersendiri.
Diagram percabangan dari satu posisi senior menuju dua arah: jalur manajerial dan jalur keahlian
Dari level senior, jenjang biasanya bercabang dua. Banyak orang tidak menyadari cabang kedua ada karena tidak pernah diumumkan

Cara memastikan jalur keahlian benar-benar ada di kantormu, bukan sekadar penghiburan: cek apakah ada judul jabatan di atas Senior yang tidak membawahi siapa pun, seperti Principal, Expert, atau Spesialis Madya, lalu cek apakah orang di jalur itu bisa masuk rentang gaji yang setara dengan manajer. Tanyakan juga langsung ke atasan atau HR, "Apakah ada level di atas posisi saya yang tidak mengelola orang, dan bagaimana cara masuk ke sana?" Kalau jawabannya menggantung atau tidak ada contohnya sama sekali, itu informasi berharga: di kantor ini, naik jenjang berarti menjadi manajer, titik. Artinya cabang yang kamu cari mungkin ada di tempat lain, dan itu bisa kamu petakan lewat pohon karir.

Apa yang sebenarnya dinilai saat promosi

Banyak orang memperlakukan promosi sebagai hadiah atas kerja bagus di level sekarang. Ini salah paham yang menghabiskan bertahun-tahun. Dari sudut pandang pengambil keputusan, promosi adalah keputusan tentang risiko: apakah aman menaruh tanggung jawab yang lebih besar di tanganmu. Kerja bagus cuma satu bahan pertimbangan, dan sering bukan yang paling menentukan.

  1. Bukti kamu sudah mengerjakan sebagian pekerjaan level berikutnya. Ini poin terpenting dan paling sering diabaikan. Promosi umumnya mengesahkan apa yang sudah terjadi, bukan bertaruh pada yang belum terbukti. Kalau kamu menunggu naik jabatan dulu baru berperilaku seperti level itu, kamu sedang mengantre di barisan yang salah.
  2. Lingkup dampak, bukan volume kerja. Sibuk tidak sama dengan naik level. Yang berubah antar tingkat adalah luas pengaruhnya: dari tugas, ke proyek, ke tim, ke fungsi. Menambah jam kerja di lingkup yang sama tidak menggerakkanmu satu anak tangga pun.
  3. Ada kursi yang perlu diisi. Ini di luar kendalimu sepenuhnya. Kalau posisi di atasmu terisi dan orangnya tidak ke mana-mana, promosi bisa tidak datang meski kamu sudah siap.
  4. Ada anggaran untuk level itu. Setiap level punya biaya. Keputusan promosi sering ditahan bukan karena kamu kurang, tetapi karena periode anggarannya belum memungkinkan.
  5. Cara kerjamu dengan orang lain. Keahlian teknis membawamu sampai level senior. Setelah itu yang menentukan adalah apakah orang lain mau bekerja denganmu dan apakah kamu bisa dipercaya memegang masalah tanpa diawasi.
  6. Keterlihatan di mata pengambil keputusan. Kalau atasan dari atasanmu tidak tahu apa yang kamu kerjakan, namamu tidak muncul saat nama-nama dibahas. Ini bukan soal cari muka, ini soal informasi.

Kalimat "kerja bagus nanti juga kelihatan" adalah nasihat yang mahal. Kerja bagus memang perlu, tetapi ia hanya kelihatan kalau ada yang menceritakannya, dan orang yang paling berkepentingan menceritakannya adalah kamu sendiri. Ini juga menjelaskan kenapa dua orang dengan kinerja setara bisa berbeda nasib: yang satu hasil kerjanya terdokumentasi, yang satu lagi hasilnya bagus tetapi hanya diketahui satu rekan sebelah.

Perlu dicatat, tidak semua perusahaan memutuskan promosi dengan proses yang rapi. Ada yang memakai kriteria tertulis dan kalibrasi lintas manajer, ada yang menyerahkan sepenuhnya pada penilaian satu atasan. Semakin cair prosesnya, semakin besar peran hubungan dan keterlihatan. Mengetahui perusahaanmu ada di titik mana membantumu memilih strategi yang tepat.

Cara menaiki jenjang karir secara konkret

Urutan ini sengaja dimulai dari mencari informasi, bukan dari bekerja lebih keras, karena kerja keras ke arah yang tidak dinilai adalah cara paling umum membuang dua tahun.

  1. Dapatkan peta levelnya dulu. Minta ke HR atau atasanmu daftar level di fungsimu beserta syarat tiap level. Banyak perusahaan punya dokumen ini tetapi tidak pernah membagikannya karena tidak ada yang meminta. Kalau memang tidak ada, susun sendiri dari pola syarat di lowongan sejenis untuk posisi di atasmu.
  2. Bandingkan dirimu dengan deskripsi level berikutnya, bukan dengan rekan kerja. Buat dua kolom: apa yang diminta level itu, dan apa buktimu untuk tiap poin. Kolom kosong adalah rencana kerjamu. Membandingkan diri dengan rekan hanya menghasilkan kesal, membandingkan diri dengan kriteria menghasilkan daftar tugas.
  3. Ambil satu tanggung jawab level berikutnya yang tidak butuh izin. Menjadi rujukan untuk satu area, memimpin satu proyek kecil sampai tuntas, atau membereskan satu masalah yang berulang tiap bulan.
  4. Bicarakan secara eksplisit, jangan menunggu siklus review. Tanyakan kalimat konkret ini ke atasanmu: "Apa dua hal yang harus saya tunjukkan dalam enam bulan ke depan supaya saya layak naik ke level X?" Catat jawabannya dan kirim ringkasannya lewat pesan supaya ada jejaknya. Kalau atasanmu tidak sanggup menjawab, itu juga jawaban: keputusan promosimu tidak ada di tangannya.
  5. Kumpulkan bukti, bukan perasaan. Catat hasil kerjamu tiap kuartal dalam bentuk yang bisa diperiksa: sebelum dan sesudah, angka kalau ada, masalah apa yang hilang karena kamu. Catatan ini sekaligus jadi bahan saat memperbarui CV.
  6. Siapkan sisi uangnya sejak awal. Naik level tanpa kejelasan kenaikan bayaran adalah promosi setengah jadi. Cek acuan gaji per profesi, hitung dampaknya lewat kalkulator gaji bersih, dan siapkan jawabanmu dengan panduan gaji yang diharapkan sebelum pembicaraannya terjadi.

Soal waktu, jangan berharap hasilnya terlihat dalam sebulan. Keputusan promosi biasanya menempel pada siklus tertentu, entah tengah tahun atau akhir tahun, jadi enam sampai dua belas bulan adalah rentang yang masuk akal untuk satu putaran usaha. Yang tidak masuk akal adalah melakukan hal yang sama selama tiga tahun sambil berharap hasilnya berbeda. Kalau kamu butuh teman berpikir untuk menyusun langkahnya sesuai bidangmu, AI Career Coach kami bisa membantu menajamkan rencananya.

Realita jujur: jenjang bisa mentok

Semua saran di atas berasumsi ada anak tangga di atasmu. Sering kali tidak ada, dan ini bagian yang jarang ditulis karena tidak enak dibaca. Di perusahaan kecil, kursi manajer mungkin cuma satu dan diisi pemiliknya sendiri. Di tim yang stabil, atasanmu bisa saja betah sepuluh tahun lagi. Struktur yang ramping membuat organisasi lincah, tetapi efek sampingnya jelas: makin sedikit level, makin jarang ada promosi. Kalau kamu sudah menyentuh langit-langit, itu fakta struktural, bukan kegagalan pribadi. Membedakan keduanya menyelamatkanmu dari menyalahkan diri atas sesuatu yang tidak pernah ada di kendalimu.

Di titik ini kamu perlu menerima satu kenyataan yang jarang diucapkan HR: pindah perusahaan sering kali lebih cepat menaikkan level daripada menunggu promosi. Alasannya struktural, bukan mistis. Di kantor lama, kamu dinilai lewat ingatan kolektif tentang versi lamamu, termasuk saat kamu masih anak baru yang belum bisa apa-apa. Di kantor baru, kamu dinilai dari kemampuanmu hari ini. Perusahaan yang membuka lowongan sudah punya kursi kosong, anggaran, dan urgensi sekaligus, tiga hal yang justru paling sering menghambat promosi internal.

Tetapi ini bukan ajakan resign, dan ada ongkos yang harus kamu hitung jujur. Pindah berarti memulai lagi dari nol dalam hal kepercayaan, jaringan, dan pemahaman konteks, tiga hal yang tidak muncul di kontrak. Ada juga jebakan gelar: jabatan besar di perusahaan kecil belum tentu diakui setara saat kamu melamar ke perusahaan yang lebih besar, karena yang mereka baca adalah lingkupnya, bukan namanya. Dan kalau perusahaanmu sekarang sedang tumbuh, bertahan bisa jadi pilihan terbaik, sebab organisasi yang membesar melahirkan level baru dengan sendirinya, dan orang yang sudah ada di dalam biasanya diprioritaskan.

Kalau jenjangmu mentok dan kamu belum ingin pindah, masih ada satu arah yang sering dilupakan: tumbuh melebar. Ambil area baru yang bersebelahan dengan keahlianmu, kuasai satu bidang yang tidak ada yang mau pegang, atau bangun keahlian yang membuatmu layak masuk di level lebih tinggi ketika kesempatannya akhirnya muncul, entah di sini atau di tempat lain. Melebar tidak terlihat di kartu nama, tetapi ia menaikkan lantai terendah dari pilihan-pilihanmu berikutnya. Kalau kamu sedang menimbang bertahan atau pergi dan ingin membicarakannya dengan pihak netral, kamu bisa konsultasi karir bersama tim kami.

Sumber

Setiap angka di artikel ini dapat Anda telusuri ke sumber resmi berikut.

  1. UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (Pasal 13, 14, 15, 18) - Database Peraturan JDIH BPK RI, 31 Oktober 2023
  2. Naskah lengkap UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (PDF) - JDIH Kementerian Keuangan RI, 31 Oktober 2023
  3. PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (status: berlaku) - Database Peraturan JDIH BPK RI, 7 April 2017
  4. Naskah lengkap PP Nomor 11 Tahun 2017, Pasal 69 tentang kategori dan jenjang jabatan fungsional (PDF) - Database Peraturan JDIH BPK RI, 7 April 2017
Pertanyaan umum

FAQ

Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul.

Jenjang karir adalah apa dalam bahasa sederhana?

Jenjang karir adalah tingkatan jabatan yang disusun bertingkat di dalam sebuah organisasi, dari level paling awal sampai pimpinan, masing-masing dengan lingkup tanggung jawab dan syarat naik yang berbeda. Jenjang menempel pada perusahaan, bukan pada dirimu, sehingga levelmu tidak otomatis ikut pindah saat kamu berganti kantor.

Apa saja tingkatan jenjang karir di perusahaan?

Pola yang umum berulang adalah pemula, pelaksana, senior, penyelia (supervisor atau team lead), manajer, manajer senior, lalu pimpinan seperti direktur dan C-level. Namun ini bukan standar resmi: tidak ada aturan yang mewajibkan perusahaan swasta memakai nama tersebut, jadi "Manager" di satu perusahaan bisa setara "Supervisor" di perusahaan lain. Nilai sebuah posisi dari lingkup tanggung jawabnya, bukan judulnya.

Apa bedanya jenjang karir, karir, dan pohon karir?

Karir adalah keseluruhan perjalanan kerjamu lintas waktu dan lintas perusahaan. Pohon karir adalah peta semua kemungkinan jalur sebuah profesi, termasuk percabangannya ke bidang lain. Jenjang karir paling sempit: ia hanya bicara tingkatan formal di dalam satu organisasi.

Apakah harus jadi manajer untuk naik jenjang karir?

Tidak selalu. Di banyak organisasi ada jalur kedua yang sejajar, sering disebut jalur individual contributor (IC) atau jalur keahlian, tempat kamu naik lewat kedalaman keahlian tanpa membawahi siapa pun. Struktur ASN bahkan memisahkannya secara resmi menjadi Jabatan Manajerial dan Jabatan Nonmanajerial. Masalahnya, di banyak perusahaan swasta jalur ini ada tetapi tidak pernah diumumkan, jadi kamu perlu menanyakannya langsung.

Apa saja jenjang jabatan ASN?

Menurut UU Nomor 20 Tahun 2023, jabatan ASN terdiri atas Jabatan Manajerial (jabatan pimpinan tinggi utama, madya, dan pratama, serta jabatan administrator dan jabatan pengawas) dan Jabatan Nonmanajerial (jabatan fungsional dan jabatan pelaksana). Jenjang jabatan fungsional kategori keahlian adalah ahli utama, ahli madya, ahli muda, dan ahli pertama, sedangkan kategori keterampilan adalah penyelia, mahir, terampil, dan pemula, sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017 Pasal 69.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk naik satu jenjang?

Tidak ada patokan yang berlaku umum, karena tiap perusahaan punya struktur, siklus, dan kebutuhan berbeda. Yang lebih berguna daripada menghitung lama waktu adalah memeriksa dua hal: apakah kamu sudah mengerjakan sebagian pekerjaan level berikutnya, dan apakah ada kursi serta anggaran untuk level itu. Kalau syarat pertama terpenuhi tetapi syarat kedua tidak, lamanya menunggu tidak akan mengubah apa pun.

Lebih cepat naik lewat promosi internal atau pindah perusahaan?

Pindah sering lebih cepat, karena perusahaan yang membuka lowongan sudah punya kursi kosong, anggaran, dan urgensi sekaligus, sementara promosi internal menunggu ketiganya tersedia. Ongkosnya: kamu memulai lagi dari nol dalam hal kepercayaan, jaringan, dan pemahaman konteks. Kalau perusahaanmu sedang tumbuh, bertahan sering lebih menguntungkan karena level baru lahir dengan sendirinya. Siapkan jawaban soal ekspektasi bayaranmu lewat panduan gaji yang diharapkan sebelum memutuskan.

Terkait

Artikel lain yang mungkin berguna

Lanjutkan membaca topik yang berdekatan.

Wanita Karir Adalah: Definisi, Tantangan, dan Cara Menyeimbangkannya

Wanita karir adalah wanita yang berkecimpung dalam kegiatan profesi, baik di usaha, perkantoran, maupun bidang lainnya, sesuai gabungan kata "wanita karier".

Baca artikel
Pengembangan Karir

Karir atau Karier: Mana Penulisan yang Benar menurut KBBI

Antara karir atau karier, bentuk yang baku adalah karier. Ini bukan soal selera: entri [karier](https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/karier) di Kamus Besar.

Baca artikel
Pengembangan Karir

Karir Adalah: Pengertian, Tahapan, dan Bedanya dengan Pekerjaan

Karir adalah perkembangan dan kemajuan seseorang dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya, sesuai definisi.

Baca artikel
Pengembangan Karir
Butuh bantuan lebih lanjut?

Masih ada yang mengganjal soal pengembangan karir?

Kirim pertanyaan Anda. Kami bantu jawab dengan acuan data resmi, bukan tebakan.

Tanya via WhatsApp
← Kembali ke semua artikel