Freelance

Pajak Penghasilan Freelancer: Skema, Tarif, dan Cara Menghitungnya

Oleh Redaksi Karir Pintar3 Agustus 2026Terakhir diperbarui .Laporkan koreksi

Ilustrasi meja kerja freelancer dengan kalkulator, invoice, dan dokumen pajak yang sedang disusun untuk pelaporan SPT tahunan

Pajak freelancer jasa pekerjaan bebas tidak otomatis memakai PPh final UMKM 0,5 persen. Pasal 56 ayat (3) huruf a PP 55/2022 tetap mengecualikan penghasilan tersebut, termasuk setelah perubahan PP 20/2026. Penghasilan jasa dihitung dengan ketentuan umum: pembukuan atau Norma Penghitungan Penghasilan Neto jika memenuhi syarat, dikurangi PTKP, lalu dikenai tarif progresif Pasal 17. Jika pemberi honor wajib memotong, PPh Pasal 21 bukan pegawai menjadi kredit pajak, bukan pajak final. Tarif final 0,5 persen dan fasilitas omzet Rp 500 juta pertama hanya relevan untuk penghasilan usaha yang memenuhi seluruh syarat, bukan jasa pekerjaan bebas. Artikel ini memisahkan penghasilan jasa dari usaha dagang serta menjelaskan contoh hitung, bukti potong, dan pelaporan tahunan.

Apakah freelancer wajib bayar pajak?

Ya. Tidak adanya potongan otomatis dari kantor bukan berarti kewajiban pajaknya hilang. Status freelance hanya memindahkan tanggung jawab administrasinya dari perusahaan ke kamu sendiri. Kalau kamu sudah berpenghasilan sendiri, kamu perlu NPWP dan wajib melaporkan SPT Tahunan orang pribadi setiap tahun, umumnya lewat formulir 1770 karena penghasilanmu bersumber dari usaha atau pekerjaan bebas.

Jawaban singkat. Bedakan penghasilan jasa pekerjaan bebas dan penghasilan usaha. Jasa pekerjaan bebas dikecualikan dari PPh final 0,5 persen dan dihitung dengan ketentuan umum. Honor yang dipotong PPh Pasal 21 bukan pegawai memakai dasar pengenaan 50 persen dari bruto; potongannya dapat dikreditkan dalam penghitungan tahunan. Fasilitas omzet Rp 500.000.000 pertama hanya untuk penghasilan usaha orang pribadi yang memenuhi ketentuan UMKM, bukan batas bebas pajak semua freelancer.

Yang sering disalahpahami: wajib lapor tidak sama dengan wajib bayar. Banyak freelancer pemula yang pajak terutangnya nol karena omzetnya masih di bawah ambang batas, tetapi kewajiban melaporkannya tetap ada. Melewatkan pelaporan justru menimbulkan masalah administrasi yang baru terasa saat kamu mengajukan kredit rumah, visa, atau ikut tender yang mensyaratkan bukti lapor pajak.

Dua skema pajak freelancer dan kapan masing-masing berlaku

Ilustrasi satu lembar formulir pajak dengan stempel dan beberapa koin di sampingnya
Skema pajak yang dipakai menentukan tarif dan cara hitungnya, jadi tentukan skemanya lebih dulu sebelum menghitung.

Sebelum menghitung, klasifikasikan jenis penghasilannya, bukan hanya siapa kliennya. Jasa pekerjaan bebas tetap dikecualikan dari skema final baik dibayar perusahaan maupun perorangan. Seseorang dapat memiliki penghasilan jasa sekaligus usaha dagang, tetapi setiap penghasilan harus dipisahkan menurut perlakuan pajaknya. PPh Pasal 21 adalah pemotongan di muka yang diperhitungkan kembali dalam SPT untuk penghasilan nonfinal.

Skema pertama: PPh Pasal 21 bukan pegawai

Kalau kliennya perusahaan, yayasan, atau instansi pemerintah, mereka umumnya wajib memotong PPh Pasal 21 atas honormu sebelum uangnya ditransfer. Dalam ketentuan pajak, freelancer masuk kategori bukan pegawai, yaitu orang pribadi yang menerima imbalan atas pekerjaan atau jasa tanpa berstatus pegawai. Untuk kelompok ini, dasar pengenaan pajaknya adalah 50 persen dari penghasilan bruto, lalu dikalikan tarif Pasal 17. Ketentuan itu diatur dalam PMK 168 Tahun 2023 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pajak.

Selalu minta bukti potong. Bukti potong adalah dokumen yang menyatakan berapa pajak yang sudah dipotong klien atas namamu. Tanpa bukti potong, pajak yang sudah dibayarkan itu tidak bisa kamu kreditkan saat lapor SPT, dan kamu berpotensi membayar pajak dua kali atas penghasilan yang sama. Minta bukti potong di saat yang sama ketika kamu menagih pembayaran, bukan setahun kemudian saat musim lapor SPT.

PPh final 0,5 persen hanya untuk penghasilan usaha yang memenuhi syarat

Pemeriksaan naskah pajak pada 15 Oktober 2026: PP 20/2026 Pasal I angka 3 mengubah Pasal 56 ayat (1) dan ayat (4), bukan menghapus pengecualian ayat (3) huruf a. Penghasilan orang pribadi dari jasa pekerjaan bebas tetap bukan objek PPh final UMKM. Daftar ayat (4) kini juga menegaskan pembuat konten daring seperti influencer, selebgram, bloger, dan vloger. Penghasilan usaha, misalnya penjualan produk, dapat memakai tarif 0,5 persen hanya jika seluruh kriteria wajib pajak terpenuhi. Batas Rp 4.800.000.000 pada Pasal 57 dan penggabungan peredaran bruto menurut Pasal 58 tidak mengubah jasa pekerjaan bebas menjadi penghasilan final. Baca naskah resmi PP 20/2026, khususnya Pasal 56 sampai 58.

Perbedaan penting dari skema pertama: PPh final dihitung dari peredaran bruto, bukan dari laba. Biaya sewa peralatan, langganan perangkat lunak, dan biaya internet tidak mengurangi dasar perhitungannya. Sebagai gantinya, administrasinya jauh lebih ringan karena kamu tidak perlu menyusun pembukuan laba rugi yang rumit, cukup mencatat omzet bulanan secara tertib.

Perbandingan dua skema pajak yang paling relevan bagi freelancer
AspekPPh Pasal 21 bukan pegawaiPPh final UMKM
Kapan berlakuHonor jasa dibayar pihak yang wajib memotong PPh 21Penghasilan usaha yang memenuhi syarat, bukan jasa pekerjaan bebas
Siapa yang menyetorKlien sebagai pemotongKamu sendiri
Dasar pengenaan50 persen dari penghasilan brutoPeredaran bruto (omzet)
TarifTarif Pasal 17 berlapis0,5 persen
Batas omzetTidak ada batas khususSampai Rp 4.800.000.000 setahun
SifatKredit pajak, dihitung ulang di SPTFinal
Dokumen kunciBukti potong dari klienBukti setor dan catatan omzet bulanan

Fasilitas omzet Rp 500 juta pertama yang bebas PPh

Fasilitas Rp 500.000.000 ini bukan PTKP dan bukan pembebasan pajak untuk semua penghasilan freelancer. Pasal 60 ayat (2) PP 55/2022 mengaturnya untuk bagian peredaran bruto usaha wajib pajak orang pribadi dalam skema final yang memenuhi syarat. Penghasilan jasa pekerjaan bebas tetap memakai ketentuan umum meskipun jumlahnya di bawah Rp 500 juta. Penjelasan DJP perlu dibaca dalam konteks usaha UMKM tersebut.

Cara membacanya begini. Batas Rp 500.000.000 itu dihitung kumulatif sejak awal tahun pajak, bukan per proyek dan bukan per bulan. Selama akumulasi omzetmu dalam tahun berjalan belum menyentuh angka itu, PPh final yang terutang nol. Begitu akumulasinya melewati Rp 500.000.000, tarif 0,5 persen mulai berlaku atas kelebihannya saja, bukan atas seluruh omzet dari awal tahun.

DATA RESMI Dasar resmi yang bisa kamu kutip. Tarif PPh final 0,5 persen, batas peredaran bruto Rp 4,8 miliar, masa berlaku bagi orang pribadi, dan fasilitas Rp 500 juta pertama dijelaskan DJP dalam artikel resmi PP 20/2026. Penegasan bahwa omzet sampai Rp 500 juta tidak kena pajak juga dimuat DJP di berita resmi ini.

Contoh menghitung pajak freelancer

Tiga ilustrasi berikut memakai angka bulat supaya polanya terlihat. Semua contoh mengasumsikan skema yang disebut dan mengabaikan penghasilan lain, jadi perlakukan sebagai gambaran alur hitung, bukan sebagai perhitungan pajak final atas kasusmu sendiri.

Kasus 1: usaha dagang memenuhi syarat, omzet Rp 300 juta

  1. Akumulasi peredaran bruto setahun: Rp 300.000.000.
  2. Fasilitas bebas PPh bagi wajib pajak orang pribadi pelaku UMKM: Rp 500.000.000 pertama.
  3. Karena Rp 300.000.000 masih di bawah Rp 500.000.000, tidak ada bagian omzet yang dikenai tarif 0,5 persen.
  4. PPh final terutang: Rp 0. SPT Tahunan tetap wajib dilaporkan.

Kasus 2: usaha dagang memenuhi syarat, omzet Rp 800 juta

  1. Akumulasi peredaran bruto setahun: Rp 800.000.000.
  2. Rp 500.000.000 pertama tidak dikenai PPh.
  3. Sisa yang dikenai tarif: Rp 800.000.000 dikurangi Rp 500.000.000 sama dengan Rp 300.000.000.
  4. PPh final: 0,5 persen dikalikan Rp 300.000.000.
  5. PPh final terutang: Rp 1.500.000 setahun.

Kasus 3: honor proyek Rp 20 juta dari perusahaan, dipotong PPh 21

  1. Penghasilan bruto atas satu penugasan: Rp 20.000.000.
  2. Dasar pengenaan pajak bukan pegawai: 50 persen dikalikan Rp 20.000.000 sama dengan Rp 10.000.000.
  3. Tarif Pasal 17 lapisan pertama untuk penghasilan kena pajak sampai Rp 60.000.000 adalah 5 persen.
  4. PPh Pasal 21: 5 persen dikalikan Rp 10.000.000.
  5. PPh Pasal 21 dipotong: Rp 500.000. Kamu menerima Rp 19.500.000 plus bukti potong senilai Rp 500.000 yang bisa dikreditkan di SPT.
ESTIMASI PASAR Kenapa contoh ini disebut ilustrasi. Dua contoh omzet di atas khusus usaha dagang yang seluruh syarat skema finalnya terpenuhi, bukan contoh pajak jasa freelancer. Contoh honor adalah ilustrasi satu pembayaran kepada bukan pegawai dengan asumsi penghasilan bruto dan dasar potong yang disebut, bukan perhitungan SPT Tahunan. Penghitungan tahunan jasa memakai penghasilan neto dari pembukuan atau NPPN jika syaratnya terpenuhi, dikurangi PTKP, lalu dikenai tarif Pasal 17; bukti potong nonfinal dikreditkan. Kondisi pribadi dan penghasilan lain dapat mengubah hasil akhir, sehingga kasus khusus perlu dikonsultasikan ke kantor pajak.

Tarif Pasal 17 dan PTKP yang dipakai saat hitung ulang tahunan

Kalau penghasilanmu dihitung dengan mekanisme umum, bukan PPh final, tarif yang berlaku adalah tarif berlapis Pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah ketentuan dan contoh tarif dalam PMK 168 Tahun 2023. Semakin tinggi penghasilan kena pajak, semakin tinggi lapisan tarifnya, dan tarif yang lebih tinggi hanya berlaku atas kelebihan di lapisan itu, bukan atas seluruh penghasilan.

Tarif Pasal 17 untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri
Lapisan penghasilan kena pajak setahunTarif
Sampai dengan Rp 60.000.0005 persen
Di atas Rp 60.000.000 sampai Rp 250.000.00015 persen
Di atas Rp 250.000.000 sampai Rp 500.000.00025 persen
Di atas Rp 500.000.000 sampai Rp 5.000.000.00030 persen
Di atas Rp 5.000.000.00035 persen

Sebelum tarif itu dikenakan, penghasilan neto dikurangi dulu Penghasilan Tidak Kena Pajak. PTKP untuk wajib pajak orang pribadi sendiri adalah Rp 54.000.000 setahun, ditambah Rp 4.500.000 kalau berstatus kawin, dan tambahan Rp 4.500.000 untuk setiap tanggungan keluarga sedarah semenda dalam garis keturunan lurus dengan maksimal tiga orang. Untuk memperkirakan beban PPh 21 atas honor yang kamu terima, kamu bisa memakai kalkulator PPh 21 sebagai gambaran awal.

Cara lapor SPT Tahunan sebagai freelancer

Ilustrasi kalender dinding dengan satu tanggal dilingkari, amplop, dan jam kecil di sampingnya
Kewajiban lapor SPT Tahunan tetap berjalan meskipun pajak terutangnya nihil.

Pelaporan adalah bagian yang paling bisa kamu kendalikan, dan yang paling murah kalau dirapikan sejak awal. Urutan berikut berlaku untuk mayoritas freelancer perorangan.

  1. Pastikan NPWP aktif. Tanpa NPWP kamu tidak bisa melaporkan apa pun, dan sebagian klien korporat menolak memproses pembayaran karena tidak bisa menerbitkan bukti potong.
  2. Catat omzet bulanan secara kumulatif. Satu berkas sederhana berisi tanggal, nama klien, nilai invoice, dan status bayar sudah cukup. Kumulatif, karena fasilitas Rp 500.000.000 dihitung dari awal tahun pajak.
  3. Kumpulkan seluruh bukti potong. Satu folder per tahun pajak. Bukti potong inilah yang mencegahmu membayar pajak dua kali.
  4. Pilih skema yang kamu pakai. Kalau memakai PPh final UMKM, siapkan bukti setor bulanan. Kalau memakai mekanisme umum, siapkan catatan penghasilan neto.
  5. Isi SPT Tahunan orang pribadi. Freelancer yang berpenghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas umumnya memakai formulir 1770.
  6. Simpan bukti lapor. Simpan tanda terima elektroniknya bersama berkas tahun berjalan, bukan di folder unduhan yang akan hilang saat ganti perangkat.

Kesalahan pajak yang paling sering dilakukan freelancer

  • Mengira tidak lapor karena tidak ada potongan. Tidak dipotong bukan berarti tidak wajib lapor. Ini kesalahan nomor satu dan yang paling mahal ongkos administrasinya di kemudian hari.
  • Tidak meminta bukti potong. Akibatnya pajak yang sudah dipotong klien tidak bisa dikreditkan, sehingga kamu efektif membayar dua kali atas penghasilan yang sama.
  • Menghitung fasilitas Rp 500 juta per proyek. Fasilitas itu kumulatif setahun, bukan per transaksi.
  • Mengira PPh final dihitung dari laba. PPh final 0,5 persen dihitung dari peredaran bruto, sehingga biaya operasional tidak mengurangi dasar pengenaannya.
  • Mencampur rekening pribadi dan rekening usaha. Bukan pelanggaran, tetapi membuat rekonstruksi omzet menjadi pekerjaan berhari-hari saat musim lapor.
  • Tidak memasukkan pajak ke dalam tarif. Pajak, iuran jaminan sosial yang dibayar sendiri, dan hari tanpa proyek adalah tiga komponen yang wajib ada di dalam harga jasamu. Cara menghitungnya dibahas di panduan cara menentukan tarif freelance.

Kalau kamu baru mulai dan belum punya gambaran berapa penghasilan yang realistis untuk dikejar, mulai dari halaman freelance untuk melihat peta lengkap topiknya, atau baca dulu freelance adalah untuk memahami konsekuensi status kerja lepas secara menyeluruh. Untuk pertanyaan pajak yang menyangkut kondisi spesifikmu, misalnya penghasilan dari klien luar negeri atau penggabungan penghasilan suami istri, hubungi kantor pajak terdekat atau konsultan pajak bersertifikat. Aturan pajak berubah, dan asumsi umum yang beredar di internet sering tertinggal satu peraturan.

Pertanyaan umum

FAQ

Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul.

Berapa persen pajak freelancer di Indonesia?

Tidak ada satu tarif untuk semua freelancer. Jasa pekerjaan bebas dikecualikan dari PPh final UMKM 0,5 persen oleh Pasal 56 ayat (3) huruf a PP 55/2022, tetap berlaku setelah PP 20/2026. Penghitungan tahunan memakai penghasilan neto dari pembukuan atau NPPN jika memenuhi syarat, dikurangi PTKP, lalu tarif progresif Pasal 17. Jika honor dipotong PPh 21 bukan pegawai, dasar pengenaannya 50 persen dari bruto dan potongannya menjadi kredit pajak. Fasilitas omzet Rp 500 juta pertama tidak berlaku otomatis untuk jasa pekerjaan bebas.

Apakah freelancer dengan penghasilan kecil tetap wajib lapor SPT?

Ya. Kewajiban melapor dan kewajiban membayar adalah dua hal berbeda. Pajak terutangmu bisa saja nol karena omzetmu masih di bawah ambang batas, tetapi SPT Tahunan tetap wajib dilaporkan. Bukti lapor ini yang nanti diminta ketika kamu mengajukan kredit, visa, atau mengikuti tender.

Freelancer pakai formulir SPT yang mana?

Freelancer yang berpenghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas umumnya memakai formulir 1770. Formulir ini memang disediakan untuk wajib pajak orang pribadi yang penghasilannya tidak semata berasal dari satu pemberi kerja sebagai pegawai.

Apakah fasilitas Rp 500 juta bebas pajak berlaku setiap proyek?

Tidak. Bagi usaha orang pribadi yang memenuhi syarat skema final, fasilitas Rp 500.000.000 dihitung kumulatif dalam satu tahun pajak, bukan per proyek atau per bulan. Tarif 0,5 persen dikenakan atas bagian yang melebihi fasilitas tersebut. Penghasilan jasa pekerjaan bebas tidak otomatis memperoleh fasilitas ini dan tetap mengikuti ketentuan umum.

Kalau klien sudah memotong pajak, apakah saya masih perlu bayar lagi?

Belum tentu. Pajak yang sudah dipotong klien adalah kredit pajak, artinya sudah dianggap sebagai pembayaran atas namamu. Syaratnya kamu memegang bukti potong dan mencantumkannya saat lapor SPT. Tanpa bukti potong, pembayaran itu tidak terhitung dan kamu berisiko membayar dua kali.

Apakah PPh final 0,5 persen dihitung dari keuntungan?

Bukan. PPh final 0,5 persen dihitung dari peredaran bruto atau omzet, bukan dari laba. Biaya sewa alat, langganan perangkat lunak, dan biaya internet tidak mengurangi dasar pengenaannya. Sebagai kompensasi, kewajiban pembukuannya jauh lebih ringan.

Kalau penghasilan freelance saya masih di bawah PTKP, apakah tetap wajib lapor SPT?

Ya, selama kamu sudah punya NPWP dan statusnya aktif, kewajiban lapor SPT Tahunan tetap berjalan meskipun penghasilanmu di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak sehingga pajak terutangnya nihil. Yang berbeda hanya hasil hitungannya, bukan kewajiban lapornya. Kalau kamu benar-benar tidak lagi berpenghasilan, jalur yang benar adalah mengajukan status non-efektif ke kantor pajak, bukan berhenti melapor begitu saja.

Terkait

Artikel lain yang mungkin berguna

Lanjutkan membaca topik yang berdekatan.

Perbedaan Freelance dan Part Time: Jam Kerja, Bayaran, dan Status Hukumnya

Perbedaan freelance dan part time paling mendasar terletak pada status hubungannya dengan pemberi kerja, bukan sekadar jumlah jam.

Baca artikel
Freelance

Cara Memulai Freelance Tanpa Pengalaman: Rencana 30 Hari yang Bisa Dijalankan

Cara memulai freelance tanpa pengalaman lewat rencana 30 hari: pilih satu keahlian, bangun tiga karya, susun etalase, lalu cari klien pertama.

Baca artikel
Freelance

Cara Menentukan Tarif Freelance yang Tidak Merugikan Diri Sendiri

Cara menentukan tarif freelance: hitung kebutuhan setahun, jam kerja yang benar-benar bisa ditagih, lalu tambahkan pajak dan hari tanpa proyek.

Baca artikel
Freelance
Butuh bantuan lebih lanjut?

Masih ada yang mengganjal soal freelance?

Kirim pertanyaan Anda. Kami bantu jawab dengan acuan data resmi, bukan tebakan.

Tanya via WhatsApp
← Kembali ke semua artikel