Lamaran Kerja

Contoh Chat Kirim CV lewat WA ke HRD yang Sopan dan Dibalas

Oleh Redaksi Karir Pintar14 Oktober 2026Terakhir diperbarui .Laporkan koreksi

Ilustrasi flat tangan memegang ponsel berisi percakapan chat dengan lampiran dokumen dan pesawat kertas

Contoh chat kirim CV lewat WA yang paling aman berisi lima hal dalam satu pesan utuh: sapaan berwaktu, sebutan posisi beserta sumber lowongannya, perkenalan diri satu kalimat, pernyataan bahwa berkas sudah dilampirkan, dan penutup yang tidak menuntut balasan. Kirim pada jam kerja, kirim CV sebagai dokumen PDF dan bukan foto, dan beri nama berkasnya dengan pola CV_Nama Lengkap_Posisi. Halaman ini memuat delapan template siap salin untuk situasi yang berbeda, plus adab khusus WhatsApp yang tidak berlaku di email.

WhatsApp bukan email yang dipendekkan. Pesanmu masuk ke ruang yang sama dengan chat keluarga dan grup arisan HRD, muncul sebagai notifikasi di layar kunci, dan dibaca dalam hitungan detik sambil berjalan. Karena itu aturannya berbeda: kalimat pembuka menentukan apakah pesanmu dibuka atau digeser, dan lampiran yang salah format membuat CV-mu tidak terbaca sama sekali di layar ponsel. Halaman ini fokus pada kanal WhatsApp-nya. Untuk isi CV dan surat lamarannya sendiri, ada halaman terpisah yang ditautkan di sepanjang tulisan ini.

Kerangka pesan yang bisa langsung kamu pakai. Satu pesan utuh, bukan dicicil per baris. Isinya berurutan: sapaan berwaktu (selamat pagi atau selamat siang, bukan halo), posisi yang dilamar beserta dari mana kamu tahu lowongannya, perkenalan diri satu kalimat yang menyebut latar belakang paling relevan, pernyataan bahwa CV sudah dilampirkan, lalu penutup yang tidak menuntut. Lampirkan berkasnya sebagai dokumen PDF sebelum menekan kirim, supaya pesan dan lampiran datang bersamaan.
Diagram ilustrasi lima unsur berurutan dalam satu pesan lamaran WhatsApp: sapaan berwaktu, posisi dan sumber lowongan, perkenalan satu kalimat, pernyataan CV terlampir, dan penutup yang tidak menuntut
Ilustrasi kerangka urutan, bukan contoh chat nyata. Kelima unsur ini ditulis dalam satu pesan, bukan dicicil menjadi lima balon chat

Lima hal yang menentukan chatmu dibalas atau diabaikan

Sebelum menyalin template mana pun, pastikan lima hal ini beres. Kelimanya tidak ada hubungannya dengan isi CV, tetapi paling sering menjadi alasan sebuah lamaran lewat WhatsApp berhenti di pesan pertama.

  1. Kirim pada jam kerja, bukan tengah malam. Jam kerja yang diakui undang-undang adalah 7 jam sehari untuk 6 hari kerja atau 8 jam sehari untuk 5 hari kerja, dengan batas 40 jam seminggu, dan rinciannya ada di jam kerja karyawan. Rentang paling aman adalah pukul 09.00 sampai 11.00 dan 13.00 sampai 16.00 pada hari kerja. Pesan yang masuk pukul 23.00 tetap terbaca, tetapi terbaca sebagai gangguan.
  2. Pastikan nomornya memang kanal rekrutmen. Nomor yang beredar di grup atau kolom komentar sering bukan milik perusahaan. Cara memastikannya dibahas di bagian tersendiri di bawah.
  3. Tulis satu pesan utuh. Mengirim sapaan lalu menunggu balasan sebelum mengirim isi adalah kebiasaan chat pribadi, bukan chat lamaran. Bagi HRD, itu berarti dua notifikasi untuk nol informasi.
  4. Lampirkan berkas sebagai dokumen, bukan foto. Alasannya teknis dan dijelaskan di bagian cara mengirim berkas.
  5. Pakai bahasa Indonesia yang utuh. Singkatan gaya chat seperti yg, dgn, atau sy membuat pesanmu terbaca seperti pesan ke teman. Emoji tidak perlu di pesan pertama.
Uji cepat sebelum kirim. Baca ulang pesanmu dan tanyakan satu hal: kalau HRD hanya membaca notifikasi di layar kunci tanpa membuka aplikasi, apakah dia sudah tahu kamu melamar posisi apa? Kalau belum, pindahkan nama posisi ke kalimat pertama atau kedua.

Contoh chat kirim CV lewat WA ke HRD (template utama)

Pakai template ini kalau kamu melamar posisi yang lowongannya memang diumumkan dan kamu tahu sumbernya. Ganti bagian dalam kurung siku dengan datamu sendiri, lalu hapus kurung siku itu.

Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama HRD]. Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Saya ingin melamar posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan] yang informasinya saya lihat di [sumber lowongan, misalnya akun Instagram resmi perusahaan pada 12 Oktober 2026]. Saya lulusan [jurusan] dengan pengalaman [satu keterangan paling relevan, misalnya dua tahun sebagai admin penjualan]. Berikut saya lampirkan CV dan surat lamaran saya dalam satu berkas PDF. Terima kasih atas waktunya, dan saya siap mengikuti proses seleksi berikutnya.- Template dasar Karir Pintar

Kalau kamu tidak tahu nama HRD-nya, ganti sapaannya menjadi Selamat pagi, Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan]. Jangan menebak nama, dan jangan memakai sapaan Kak pada kontak resmi perusahaan kecuali perusahaannya sendiri memakai gaya itu di pengumuman lowongannya.

Kenapa menyebut sumber lowongan itu penting. Satu HRD bisa membuka beberapa lowongan sekaligus di kanal berbeda. Menyebut sumber dan tanggalnya membuat pesanmu langsung terhubung ke lowongan yang benar tanpa dia perlu bertanya balik. Ini juga membedakan pesanmu dari pesan massal yang dikirim ke banyak perusahaan dengan teks yang sama.

Contoh chat untuk enam situasi yang berbeda

Kalau nomor HRD kamu dapat dari teman atau kenalan

Selamat siang, Bapak/Ibu [Nama HRD]. Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Saya mendapat kontak Bapak/Ibu dari [Nama Perekomendasi] yang bekerja di bagian [divisi]. Beliau menyampaikan bahwa [Nama Perusahaan] sedang membuka posisi [Nama Posisi]. Saya tertarik melamar posisi tersebut dan sudah melampirkan CV saya di bawah pesan ini. Mohon informasinya apabila ada berkas lain yang perlu saya lengkapi. Terima kasih.- Template Karir Pintar

Menyebut nama perekomendasi hanya boleh dilakukan kalau orangnya sudah mengizinkan. Menyebut nama orang tanpa izin adalah cara tercepat merusak dua hubungan sekaligus.

Kalau kamu fresh graduate dan belum punya pengalaman kerja

Selamat pagi, Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan]. Perkenalkan, saya [Nama Lengkap], lulusan [jurusan] [nama kampus] tahun [tahun lulus]. Saya ingin melamar posisi [Nama Posisi] yang diumumkan di [sumber lowongan]. Selama kuliah saya pernah [satu pengalaman konkret, misalnya magang tiga bulan di bagian keuangan atau mengelola akun media sosial organisasi kampus]. CV saya sudah saya lampirkan di bawah ini. Terima kasih atas kesempatannya.- Template Karir Pintar

Jangan membuka dengan kalimat saya belum punya pengalaman. Ganti dengan satu kegiatan konkret yang pernah kamu kerjakan, sekecil apa pun. Cara menyusunnya di dalam CV dibahas di CV lamaran kerja.

Kalau posisinya tidak sedang dibuka (lamaran inisiatif)

Selamat siang, Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan]. Perkenalkan, saya [Nama Lengkap], [profesi atau latar belakang singkat]. Saya mengikuti perkembangan [Nama Perusahaan] dan tertarik berkontribusi di bidang [bidang]. Saya memahami saat ini mungkin belum ada lowongan terbuka untuk posisi [Nama Posisi]. Meski begitu, saya lampirkan CV saya untuk disimpan sebagai kandidat apabila kebutuhan itu muncul di kemudian hari. Terima kasih atas perhatiannya.- Template Karir Pintar

Kalimat yang mengakui bahwa lowongannya mungkin belum ada justru menaikkan peluang dibalas, karena pesanmu tidak terbaca sebagai salah alamat. Jangan mengirim pesan seperti ini lebih dari sekali dalam enam bulan ke perusahaan yang sama.

Kalau kamu melamar posisi magang

Selamat pagi, Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan]. Perkenalkan, saya [Nama Lengkap], mahasiswa [jurusan] [nama kampus] semester [angka]. Saya ingin melamar program magang di divisi [nama divisi] untuk periode [bulan sampai bulan]. Kampus saya mensyaratkan magang selama [durasi] dan saya bersedia mengikuti jadwal yang ditentukan perusahaan. CV dan surat pengantar dari kampus sudah saya lampirkan. Terima kasih.- Template Karir Pintar

Sebutkan periode dan durasinya sejak pesan pertama, karena dua hal itulah yang menentukan perusahaan bisa menerimamu atau tidak. Program magang resmi yang dikelola pemerintah bisa kamu lihat di magang dan magang Kemnaker.

Kalau ada berkas yang kurang dan perlu kamu susulkan

Selamat siang, Bapak/Ibu [Nama HRD]. Mohon maaf mengganggu waktunya. Menyambung lamaran saya untuk posisi [Nama Posisi] atas nama [Nama Lengkap] yang saya kirim [hari, tanggal], berikut saya lampirkan [nama berkas] yang belum sempat saya sertakan. Mohon berkenan menggantikan berkas sebelumnya dengan yang ini. Terima kasih atas pengertiannya.- Template Karir Pintar

Kirim susulan hanya sekali dan langsung dengan berkasnya, jangan dengan pesan yang menanyakan boleh atau tidak. Kalau yang kamu perbaiki hanya salah ketik kecil di CV, sebaiknya tidak dikirim ulang sama sekali.

Kalau kamu diminta mengirim CV setelah bertemu langsung

Selamat sore, Bapak/Ibu [Nama]. Saya [Nama Lengkap], yang tadi berbincang dengan Bapak/Ibu di [tempat atau acara] mengenai posisi [Nama Posisi]. Sesuai permintaan Bapak/Ibu, berikut saya kirimkan CV saya. Terima kasih atas waktu dan sarannya tadi.- Template Karir Pintar

Kirim di hari yang sama selama masih dalam jam kerja, paling lambat keesokan paginya. Pesan menyusul yang datang seminggu kemudian membuat lawan bicaramu harus mengingat ulang siapa kamu.

Contoh chat follow-up kalau belum dibalas

Tunggu minimal lima hari kerja sebelum menyusul, dan cukup satu kali. Kalau setelah follow-up masih tidak ada balasan, lanjutkan melamar ke tempat lain dan anggap prosesnya selesai.

Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama HRD]. Saya [Nama Lengkap], yang mengirimkan lamaran untuk posisi [Nama Posisi] pada [hari, tanggal]. Saya ingin menanyakan apakah berkas saya sudah diterima dengan baik. Apabila masih ada dokumen yang perlu saya lengkapi, saya siap mengirimkannya. Terima kasih atas waktunya.- Template Karir Pintar

Perhatikan bahwa pesan di atas menanyakan status berkas, bukan menuntut hasil. Kalau lamaranmu sudah masuk tahap wawancara dan kamu ingin menanyakan hasilnya, polanya berbeda dan dibahas di cara menanyakan hasil interview. Kalau justru kamu yang menerima undangan wawancara lewat WhatsApp, cara membalasnya ada di cara membalas panggilan interview.

Diagram ilustrasi empat tahap: kirim satu pesan utuh beserta PDF pada jam kerja, tunggu minimal lima hari kerja, kirim satu kali follow-up yang menanyakan status berkas, lalu lanjut melamar ke tempat lain bila tetap tidak dibalas
Ilustrasi alur, bukan tangkapan percakapan nyata. Yang perlu diingat: jeda di tahap kedua minimal lima hari kerja, dan susulan di tahap ketiga cukup satu kali

Cara mengirim berkasnya: dokumen, bukan foto

Ini kesalahan teknis yang paling merugikan dan paling mudah dihindari. Ketika kamu mengirim CV lewat menu Galeri atau Foto, WhatsApp memperlakukannya sebagai gambar dan memampatkan ukurannya. Hasilnya, teks berukuran kecil di CV menjadi buram ketika diperbesar, dan HRD yang ingin menyalin nomor teleponmu harus mengetiknya ulang dari layar.

  1. Simpan CV dan surat lamaranmu sebagai satu berkas PDF, bukan dua berkas terpisah dan bukan berkas dokumen yang masih bisa diedit.
  2. Di WhatsApp, tekan ikon lampiran lalu pilih menu Dokumen, bukan Galeri dan bukan Kamera.
  3. Pastikan pratinjaunya menampilkan ikon PDF beserta nama berkasnya, bukan gambar halaman pertama.
  4. Kirim lampirannya lebih dulu atau bersamaan dengan pesan, jangan menyusul beberapa menit kemudian.
  5. Kalau berkasmu terasa berat karena memuat pindaian, kecilkan dulu resolusinya. Berkas yang ringan lebih cepat diunduh HRD yang sedang memakai data seluler, dan itu keuntungan nyata buatmu.

Format PDF juga penting karena banyak perusahaan meneruskan berkas lamaran ke sistem penyaringan otomatis. Berkas gambar tidak bisa dibaca sistem seperti itu, sedangkan PDF berbasis teks bisa. Penjelasan lengkap soal penyaringan otomatis ada di CV ATS.

Diagram ilustrasi percabangan cara melampirkan CV di WhatsApp: lewat menu Dokumen berkas PDF tetap utuh dan terbaca sistem penyaringan, lewat menu Galeri atau Foto berkas dimampatkan menjadi gambar yang buram saat diperbesar
Ilustrasi konsep, bukan tangkapan layar aplikasi. Bedanya hanya satu ketukan menu, tetapi menentukan apakah CV-mu masih bisa dibaca utuh di sisi HRD

Format nama berkas yang memudahkan HRD

Nama berkas adalah satu-satunya keterangan yang tersisa setelah berkasmu diunduh dan lepas dari percakapan. Berkas bernama Document.pdf atau CV fix banget revisi 3.pdf akan hilang di dalam folder unduhan yang berisi puluhan lamaran lain.

Pola penamaan berkas lamaran yang membedakan berkasmu di folder unduhan HRD
Jenis berkasPola namaContoh
CVCV_Nama Lengkap_PosisiCV_Rifqi Ananda_Staff Akuntansi
CV dan surat lamaran digabungLamaran_Nama Lengkap_PosisiLamaran_Rifqi Ananda_Staff Akuntansi
PortofolioPortofolio_Nama Lengkap_BidangPortofolio_Rifqi Ananda_Desain Grafis
Berkas susulanNama Dokumen_Nama LengkapIjazah_Rifqi Ananda

Hindari tanda baca selain garis bawah dan spasi, jangan memakai kata revisi atau fix, dan tulis nama posisinya persis seperti yang tertulis di pengumuman lowongan. Kalau pengumumannya menyebut kode posisi, sertakan kodenya di akhir nama berkas.

Sebelum mengirim, pastikan lowongannya benar-benar ada

Nomor WhatsApp yang beredar di grup pencari kerja adalah kanal favorit penipu, justru karena mudah dibuat dan mudah dihapus. Ada satu fakta yang jarang diketahui pelamar dan berguna untuk mengecek: pemberi kerja punya kewajiban melaporkan lowongan pekerjaan kepada pemerintah menurut Perpres Nomor 57 Tahun 2023 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan. Artinya lowongan yang benar biasanya punya jejak resmi di luar satu unggahan media sosial.

  • Cocokkan nomornya dengan situs resmi perusahaan. Kalau nomor di chat tidak sama dengan nomor yang tercantum di halaman karier atau kontak resmi, berhenti di situ.
  • Curigai permintaan biaya apa pun. Biaya administrasi, uang seragam, uang pelatihan, dan pemesanan tiket lewat agen tertentu tidak pernah menjadi bagian dari rekrutmen yang sah.
  • Curigai penerimaan yang terlalu cepat. Pesan yang menyatakan kamu diterima tanpa wawancara, beberapa jam setelah mengirim CV, hampir selalu bukan dari perusahaan.
  • Jangan kirim data pribadi spesifik di pesan pertama. UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkan data kesehatan, data biometrik, data genetika, catatan kejahatan, data anak, dan data keuangan pribadi sebagai data pribadi yang bersifat spesifik. Foto KTP, nomor rekening, dan hasil pemeriksaan kesehatan tidak perlu ikut di lamaran awal.
  • Bandingkan tawaran gajinya dengan acuan yang wajar. Angka yang jauh di atas kewajaran untuk posisi pemula adalah tanda bahaya, bukan rezeki. Acuannya bisa kamu cek di UMR dan acuan gaji per profesi.

Cara membaca iklan lowongan yang sehat dan yang bermasalah dibahas lebih jauh di lowongan kerja, dan daftar lowongan yang tautannya mengarah ke sumber perekrutan resmi ada di halaman loker.

Kesalahan yang membuat chat lamaran langsung diabaikan

Pola yang sering muncul di chat lamaran dan cara memperbaikinya
Yang sering ditulisKenapa bermasalahGanti dengan
Assalamualaikum, ada lowongan?Tidak menyebut nama, posisi, maupun berkas. HRD harus bertanya balik tiga kali.Sapaan berwaktu, nama lengkap, dan nama posisi di dua kalimat pertama.
Pesan dikirim terpotong menjadi lima balon chatLima notifikasi untuk satu lamaran, dan urutannya bisa terbaca berantakan.Satu pesan utuh yang disusun dulu sebelum dikirim.
CV dikirim sebagai foto layarTerkompresi, buram saat diperbesar, dan tidak terbaca sistem penyaringan otomatis.Satu berkas PDF lewat menu Dokumen.
Pesan dikirim pukul 22.00 atau di hari liburTerbaca sebagai gangguan, dan sering tertimbun saat jam kerja dimulai.Hari kerja pukul 09.00 sampai 11.00 atau 13.00 sampai 16.00.
Menanyakan gaji di pesan pertamaMenggeser fokus sebelum kualifikasimu dinilai.Simpan untuk tahap wawancara, dan siapkan jawabannya lebih dulu.
Foto profil dan nama akun yang tidak sesuaiKesan pertama datang dari daftar chat, sebelum pesanmu dibuka.Nama asli dan foto berlatar rapi, sementara proses lamaran berjalan.

Soal menanyakan gaji, jangan menghindarinya selamanya. Yang perlu diatur hanya waktunya. Cara menjawabnya ketika ditanya balik ada di gaji yang diharapkan.

Kapan sebaiknya memakai email, bukan WhatsApp

WhatsApp unggul dalam kecepatan, tetapi kalah dalam hal jejak dan kerapian berkas. Ada situasi ketika email jelas lebih tepat.

  • Pengumuman lowongannya menyebut alamat email. Ikuti kanal yang diminta. Mengirim ke WhatsApp padahal diminta email langsung menunjukkan kamu tidak membaca pengumumannya sampai habis.
  • Berkasmu lebih dari dua dan berukuran besar. Portofolio, sertifikat, dan transkrip lebih rapi dikirim sebagai lampiran email.
  • Kamu butuh jejak tertulis yang rapi. Email punya subjek, waktu kirim, dan riwayat yang mudah ditelusuri kembali.
  • Kamu melamar ke perusahaan besar dengan proses terstruktur. Biasanya berkas WhatsApp tidak masuk sistem rekrutmen mereka.

Susunan badan email dan subjeknya berbeda dari chat, dan contohnya ada di surat lamaran kerja via email. Kalau kamu ragu, kirim lewat kanal yang disebut di pengumuman, lalu boleh memberi tahu lewat WhatsApp dengan satu kalimat singkat bahwa berkasnya sudah dikirim ke email tersebut.

Diagram ilustrasi percabangan memilih kanal lamaran: kalau pengumuman menyebut nomor WhatsApp kirim satu pesan utuh dengan PDF, kalau pengumuman menyebut email atau berkasnya banyak kirim lewat email lalu boleh memberi kabar singkat lewat WhatsApp
Ilustrasi konsep, bukan aturan resmi perusahaan mana pun. Titik awalnya selalu sama: baca dulu kanal yang diminta di pengumuman lowongan

Setelah CV terkirim, apa yang wajar terjadi

Tiga hal yang perlu kamu siapkan sejak pesanmu terkirim, supaya kamu tidak kelabakan saat balasannya datang mendadak. Pertama, angkat telepon dari nomor tidak dikenal pada jam kerja, karena sebagian HRD menelepon sebelum mengirim pesan. Kedua, siapkan jawaban singkat untuk pertanyaan kapan bisa mulai bekerja dan apakah bersedia ditempatkan di lokasi tertentu. Ketiga, jangan mengirim pesan tambahan hanya untuk memastikan pesanmu terbaca, karena tanda centang biru bukan ukuran keberhasilan lamaran.

Kalau undangan wawancara datang, cara membalasnya dan cara meminta jadwal ulang bila bentrok dibahas di contoh reschedule interview. Kalau kamu sudah sampai tahap itu, hal berikutnya yang perlu disiapkan ada di pakaian interview kerja.

Pertanyaan umum

FAQ

Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul.

Bagaimana contoh chat kirim CV lewat WA yang benar?

Tulis satu pesan utuh berisi sapaan berwaktu, nama lengkap, posisi yang dilamar beserta sumber lowongannya, satu kalimat latar belakang yang relevan, pernyataan bahwa CV sudah dilampirkan, dan penutup singkat. Contohnya: Selamat pagi, Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan]. Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Saya ingin melamar posisi [Nama Posisi] yang informasinya saya lihat di [sumber lowongan]. Saya lulusan [jurusan] dengan pengalaman [keterangan singkat]. Berikut saya lampirkan CV saya dalam bentuk PDF. Terima kasih atas waktunya.

Jam berapa sebaiknya mengirim CV lewat WhatsApp?

Pada hari kerja di rentang pukul 09.00 sampai 11.00 atau 13.00 sampai 16.00. Rentang itu mengikuti pola jam kerja yang diakui undang-undang, yaitu 7 jam sehari untuk 6 hari kerja atau 8 jam sehari untuk 5 hari kerja dengan batas 40 jam seminggu. Hindari mengirim di atas pukul 20.00, saat jam istirahat siang, dan pada hari libur.

CV dikirim lewat WhatsApp sebaiknya PDF atau foto?

PDF, dan dikirim lewat menu Dokumen. Kalau dikirim lewat menu Galeri atau Foto, WhatsApp memperlakukannya sebagai gambar dan memampatkan ukurannya sehingga teks kecil menjadi buram saat diperbesar. Berkas gambar juga tidak bisa dibaca sistem penyaringan otomatis yang dipakai banyak perusahaan.

Bagaimana format nama berkas CV yang dikirim lewat WA?

Pakai pola CV_Nama Lengkap_Posisi, misalnya CV_Rifqi Ananda_Staff Akuntansi. Kalau CV dan surat lamaran digabung dalam satu berkas, ganti awalannya menjadi Lamaran_. Hindari nama seperti Document.pdf atau CV fix revisi 3.pdf, dan tulis nama posisinya persis seperti yang tertulis di pengumuman lowongan.

Berapa lama harus menunggu sebelum follow-up lamaran lewat WhatsApp?

Minimal lima hari kerja, dan cukup satu kali. Isinya menanyakan apakah berkas sudah diterima, bukan menuntut hasil seleksi. Kalau setelah satu kali susulan tetap tidak ada balasan, anggap prosesnya selesai dan lanjutkan melamar ke tempat lain.

Bolehkah mengirim CV lewat WhatsApp kalau lowongannya menyebut alamat email?

Sebaiknya tidak. Kirim lewat kanal yang diminta di pengumuman, karena mengabaikannya menunjukkan kamu tidak membaca pengumuman sampai selesai. Setelah berkas terkirim lewat email, kamu boleh memberi tahu lewat WhatsApp dengan satu kalimat singkat, bukan mengirim ulang berkasnya.

Bagaimana memastikan nomor HRD yang beredar itu asli?

Cocokkan dengan nomor yang tercantum di situs atau kanal resmi perusahaan. Waspadai permintaan biaya apa pun, penerimaan yang datang hanya beberapa jam setelah lamaran, dan tawaran gaji yang jauh di atas kewajaran. Jangan mengirim foto KTP, nomor rekening, atau hasil pemeriksaan kesehatan di pesan pertama, karena UU Nomor 27 Tahun 2022 menggolongkan data keuangan pribadi dan data kesehatan sebagai data pribadi yang bersifat spesifik.

Terkait

Artikel lain yang mungkin berguna

Lanjutkan membaca topik yang berdekatan.

Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan: Kapan Masih Diminta dan Cara Menulisnya

Surat lamaran kerja tulis tangan masih diminta sebagian rekrutmen resmi. Cek cara memastikannya, teknik menulis rapi, urusan materai, dan cara menyerahkannya.

Baca artikel
Lamaran Kerja

Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan dan Cara Membuatnya

Contoh surat lamaran kerja tulis tangan untuk pabrik, satpam, dan posisi operasional. Lengkap format baku 10 bagian, kalimat pembuka-penutup, dan tips menulis rapi.

Baca artikel
Lamaran Kerja

Contoh Surat Lamaran Kerja dan Cara Menyesuaikannya

Contoh surat lamaran kerja sebaiknya dipakai sebagai kerangka, bukan disalin mentah.

Baca artikel
Lamaran Kerja
Butuh bantuan lebih lanjut?

Masih ada yang mengganjal soal lamaran kerja?

Kirim pertanyaan Anda. Kami bantu jawab dengan acuan data resmi, bukan tebakan.

Tanya via WhatsApp
← Kembali ke semua artikel