UMR Adalah Istilah Lama, dan Penggantinya Bukan PP 78/2015
Oleh Redaksi Karir Pintar28 Oktober 2026Terakhir diperbarui .Laporkan koreksi

UMR adalah singkatan dari Upah Minimum Regional, istilah yang sudah tidak dipakai lagi dalam aturan pengupahan Indonesia. Penggantinya bukan PP 78/2015 seperti yang beredar di banyak artikel, melainkan Kepmenakertrans Nomor KEP-226/MEN/2000, yang mengubah UMR Tingkat I menjadi Upah Minimum Provinsi dan UMR Tingkat II menjadi Upah Minimum Kabupaten/Kota. Selisih dua penjelasan itu lima belas tahun. Yang mengikat gajimu hari ini adalah UMP dan UMK, ditambah dua versi sektoralnya.
Setiap tahun jutaan orang mengetik UMR di kolom pencarian, dan itu wajar. Istilah ini bertahan di percakapan sehari-hari, di lowongan kerja, bahkan di obrolan HRD. Yang tidak wajar adalah penjelasan populer soal kapan dan lewat aturan mana istilah itu diganti. Halaman ini menelusuri naskah aslinya, lalu menaruh empat jenis upah minimum yang benar-benar berlaku sekarang berdampingan, lengkap dengan pasal yang mengaturnya.
UMR adalah singkatan dari apa
UMR adalah kependekan dari Upah Minimum Regional, yaitu upah bulanan terendah yang boleh dibayarkan pengusaha di suatu wilayah. Istilah itu punya rumah resmi: Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 tentang Upah Minimum, yang ditetapkan pada 12 Januari 1999. Di naskah itu upah minimum masih dibagi menjadi UMR Tingkat I untuk lingkup provinsi dan UMR Tingkat II untuk lingkup kabupaten atau kota, ditambah dua turunan sektoralnya.
Umurnya pendek. Satu tahun berselang, kewenangan menetapkan upah minimum berpindah ke provinsi lewat Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom. Pertimbangan itu dikutip langsung di bagian Menimbang huruf a keputusan tahun 2000, dan menjadi alasan kenapa penyebutan "regional" perlu diganti menjadi penyebutan yang mengikuti batas pemerintahan.
Perubahan istilahnya ada di Pasal I angka 1, kalimat pertama dari batang tubuh keputusan tersebut. Naskahnya bisa diunduh siapa pun dari portal dokumentasi hukum Kementerian Ketenagakerjaan. Satu catatan teknis supaya tidak bingung ketika mencarinya sendiri: berkas PDF-nya bernama 225.pdf, bukan 226, meskipun nomor keputusannya KEP-226/MEN/2000.
Penulisan dan penyebutan istilah dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per-01/MEN/1999 yaitu: Istilah "Upah Minimum Regional tingkat I (UMR Tk.I)" diubah menjadi "Upah Minimum Propinsi", istilah "Upah Minimum Regional Tingkat II (UMR Tk.II)" diubah menjadi "Upah Minimum Kabupaten/Kota", istilah "Upah Minimum Sektoral Regional Tingkat I (UMSR Tk.I)" diubah menjadi "Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMS Propinsi)", dan istilah "Upah Minimum sektoral Regional Tingkat II (UMSR Tk.II)" diubah menjadi "Upah Minimum Sektoral Kabupaten/kota (UMS Kabupaten/Kota)".- Pasal I angka 1 Kepmenakertrans Nomor KEP-226/MEN/2000
Keputusan yang sama juga mengubah Pasal 3 Permenaker PER-01/MEN/1999 sehingga upah minimum resmi terdiri dari empat jenis, dan mengubah Pasal 4 ayat (2) dengan aturan bahwa gubernur yang menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota harus menetapkannya lebih besar dari Upah Minimum Provinsi. Dua prinsip itu bertahan sampai sekarang, meski peraturan pelaksananya sudah berganti beberapa kali.
Empat jenis upah minimum yang berlaku sekarang
Dasar hukum yang berlaku hari ini bukan lagi keputusan tahun 2000, melainkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025, perubahan kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Pasal 25 ayat (1) hasil perubahan itu menyebut upah minimum terdiri atas upah minimum provinsi, upah minimum kabupaten/kota dengan syarat tertentu, upah minimum sektoral provinsi, dan upah minimum sektoral kabupaten/kota dengan syarat tertentu.
Frasa "dengan syarat tertentu" itu yang membedakan mana yang pasti ada di setiap wilayah dan mana yang bergantung kondisi. Dua jenis wajib ditetapkan gubernur, dua jenis lainnya bersyarat.
| Singkatan | Nama resmi | Ditetapkan oleh | Status |
|---|---|---|---|
| UMP | Upah Minimum Provinsi | Gubernur | Wajib setiap tahun (Pasal 27 ayat (1)) |
| UMK | Upah Minimum Kabupaten/Kota | Gubernur | Bersyarat (Pasal 25 ayat (1) huruf b) |
| UMSP | Upah Minimum Sektoral Provinsi | Gubernur | Wajib (Pasal 35A ayat (1)) |
| UMSK | Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota | Gubernur | Bersyarat, gubernur "dapat" (Pasal 35F ayat (1)) |
Sumber kewajiban UMP ada di dua tempat sekaligus. Pasal 88C ayat (1) UU Ketenagakerjaan hasil perubahan UU Cipta Kerja menyatakan gubernur wajib menetapkan upah minimum provinsi, dan Pasal 27 ayat (1) PP 49/2025 menegaskannya dengan tambahan frekuensi, yaitu setiap tahun. Untuk UMK, Pasal 88C ayat (2) memakai kata "dapat", lalu ayat (3) mempersempitnya: penetapan UMK hanya dilakukan bila hasil penghitungan UMK lebih tinggi dari UMP. Itu sebabnya banyak kabupaten dan kota di Indonesia tidak punya UMK sendiri dan tetap memakai UMP provinsinya.
- Nilai UMK harus lebih tinggi dari UMP, karena penetapannya memang hanya dilakukan ketika hasil hitungannya melampaui UMP (Pasal 88C ayat (3)).
- Nilai UMSP harus lebih tinggi dari UMP, ditegaskan di Pasal 35C ayat (1) huruf a PP 49/2025.
- Nilai UMSK harus lebih tinggi dari UMK, ditegaskan di Pasal 35H ayat (1) huruf a PP 49/2025.
- Upah minimum sektoral hanya berlaku untuk sektor tertentu yang memenuhi tiga kriteria: kategori usaha lima digit KBLI, ada lebih dari satu perusahaan menengah atau besar, dan karakteristik serta risiko kerja yang berbeda dari sektor lain (Pasal 35B ayat (2)).

Siapa yang terikat upah minimum dan siapa yang tidak
Ini bagian yang paling sering disalahpahami, dan sekaligus paling sering dipakai keliru oleh kedua belah pihak. Pasal 88E ayat (1) UU Ketenagakerjaan hasil perubahan UU Cipta Kerja menyatakan bahwa upah minimum berlaku bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan.
Ada satu kelompok yang memang dikecualikan secara tegas. Pasal 90B ayat (1) menyatakan ketentuan upah minimum dikecualikan bagi usaha mikro dan kecil. Pengecualian itu tidak berarti bebas sepenuhnya. Ayat (2) mengharuskan upahnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, dan ayat (3) memberi batas bawah berupa persentase tertentu dari rata-rata konsumsi masyarakat menurut data lembaga yang berwenang di bidang statistik.
Perhatikan juga apa yang tidak dikatakan Pasal 88E ayat (1). Pasal itu menetapkan siapa yang dijamin lantai upah minimum, bukan memberi izin memotong gaji pekerja lama sampai sebatas upah minimum. Pasal 88A ayat (4) melarang kesepakatan pengupahan yang lebih rendah dari ketentuan peraturan perundang-undangan, dan ayat (5) menyatakan kesepakatan semacam itu batal demi hukum.

Membayar di bawah upah minimum adalah tindak pidana
Larangannya satu kalimat dan tidak bercabang. Pasal 88E ayat (2) berbunyi: pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum. Tidak ada pengecualian kesepakatan, tidak ada pengecualian karena pekerja bersedia.
Sanksinya berada di Pasal 185. Ayat (1) mengancam pelanggar Pasal 88E ayat (2), bersama beberapa pasal lain, dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun, dan atau pidana denda paling sedikit Rp100.000.000 serta paling banyak Rp400.000.000. Ayat (2) menegaskan perbuatan itu adalah tindak pidana kejahatan, bukan pelanggaran ringan.

Kalau upahmu dibayar di bawah angka yang berlaku, langkahnya bertahap. Pastikan dulu kamu memakai angka yang benar untuk wilayah tempat perusahaan beroperasi, bukan alamat rumahmu, karena Pasal 1 angka 3 Kepmenakertrans KEP-226/MEN/2000 mendefinisikan Upah Minimum Kabupaten/Kota sebagai upah minimum yang berlaku di daerah kabupaten atau kota tersebut. Sesudah itu kumpulkan slip gaji dan perjanjian kerja, sampaikan keberatan tertulis, lalu adukan ke dinas ketenagakerjaan setempat atau lewat kanal bantuan Kemnaker.
Siapa yang menetapkan angkanya, dan kapan
Semua jenis upah minimum ditetapkan oleh gubernur, termasuk UMK dan UMSK yang lingkupnya kabupaten atau kota. Bupati dan wali kota hanya merekomendasikan, tidak menandatangani penetapannya. Yang menghitung adalah dewan pengupahan, sebuah lembaga tripartit yang ada di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten atau kota.
- Dewan pengupahan provinsi menghitung penyesuaian nilai upah minimum provinsi, lalu merekomendasikannya kepada gubernur melalui dinas ketenagakerjaan provinsi (Pasal 28).
- Dewan pengupahan kabupaten/kota menghitung penyesuaian UMK, menyampaikannya kepada bupati atau wali kota, yang kemudian merekomendasikannya kepada gubernur (Pasal 34 ayat (5)).
- Gubernur menetapkan UMK dengan Keputusan Gubernur dan mengumumkannya paling lambat tanggal 25 November tahun berjalan (Pasal 35 ayat (2)).
- UMSP diumumkan paling lambat 5 hari setelah UMP ditetapkan (Pasal 35E ayat (1)).
- Angka yang diumumkan itu berlaku terhitung mulai 1 Januari tahun berikutnya (Pasal 35 ayat (4)).
Besarannya bukan hasil tawar-menawar bebas. Pasal 26 ayat (2) mewajibkan penggunaan formula penghitungan upah minimum yang mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu. Indeks tertentu itu disimbolkan alfa dan berada dalam rentang 0,50 sampai 0,90 menurut Pasal 26 ayat (6). Nilainya ditentukan dewan pengupahan provinsi atau kabupaten/kota dengan menimbang keseimbangan kepentingan pekerja dan perusahaan serta perbandingan antara upah minimum dan kebutuhan hidup layak (Pasal 26 ayat (7)). Datanya bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik (Pasal 26 ayat (10)).

Lima salah kaprah soal UMR yang paling sering beredar
| Yang sering dikira | Yang sebenarnya |
|---|---|
| Istilah UMR dihapus oleh PP 78/2015 | Dihapus oleh Kepmenakertrans KEP-226/MEN/2000, lima belas tahun lebih awal |
| Ada satu angka UMR nasional | Tidak ada. Yang wajib ditetapkan adalah UMP di masing-masing provinsi (Pasal 27 ayat (1)) |
| UMR adalah uang yang diterima di rekening | UMR adalah lantai upah sebelum potongan BPJS dan pajak. Uji sendiri dengan kalkulator gaji bersih |
| Semua pekerja dijamin naik mengikuti UMR | Jaminan lantai itu untuk masa kerja kurang dari 1 tahun (Pasal 88E ayat (1)). Di atas itu jalurnya struktur dan skala upah |
| Usaha mikro dan kecil wajib membayar UMP | Dikecualikan oleh Pasal 90B ayat (1), dengan batas bawah berbasis rata-rata konsumsi masyarakat |
Satu kebiasaan terakhir yang layak ditinggalkan: menyebut UMR sebagai tolok ukur gaji yang pantas. Upah minimum adalah jaring pengaman untuk pekerja yang paling baru masuk, bukan target karier. Untuk mengukur apakah tawaran gajimu masuk akal, bandingkan dengan rentang pasar per profesi di halaman acuan gaji, lalu pakai angka daerahmu sebagai batas bawah negosiasi, bukan sebagai patokan atas.
Kalau ingin melihat bagaimana semua aturan di atas muncul dalam angka nyata, contoh per daerah sudah kami bedah satu per satu dari naskah keputusan gubernurnya: UMR Surabaya 2026 untuk kota dengan UMK tertinggi di Jawa Timur, UMR Semarang untuk ibu kota Jawa Tengah, dan UMR Cikarang 2026 untuk kawasan industri yang sebenarnya memakai UMK Kabupaten Bekasi.
Baca juga
Sumber
Setiap angka di artikel ini dapat Anda telusuri ke sumber resmi berikut.
- Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-226/MEN/2000 tentang Perubahan Pasal 1, Pasal 3, Pasal 4, Pasal 8, Pasal 11, Pasal 20, dan Pasal 21 Permenaker Nomor PER-01/MEN/1999 tentang Upah Minimum (naskah lengkap, memuat Pasal I angka 1 tentang perubahan istilah UMR Tk.I dan UMR Tk.II, Pasal 1 angka 2 sampai angka 5, Pasal 3 tentang empat jenis upah minimum, dan Pasal 4 ayat (2) tentang UMK yang harus lebih besar dari UMP) - JDIH Kementerian Ketenagakerjaan, 5 Oktober 2000
- Halaman katalog Keputusan Menakertrans Nomor KEP-226/MEN/2000 di portal dokumentasi hukum Kemnaker - JDIH Kementerian Ketenagakerjaan
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 tentang Upah Minimum, ditetapkan 12 Januari 1999 (aturan asal istilah UMR Tingkat I dan UMR Tingkat II) - JDIH Kementerian Ketenagakerjaan, 12 Januari 1999
- Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan (naskah lengkap, memuat Pasal 25 ayat (1) tentang empat jenis upah minimum, Pasal 26 tentang formula dan rentang alfa 0,50 sampai 0,90, Pasal 27 ayat (1) tentang kewajiban gubernur menetapkan UMP setiap tahun, Pasal 28, Pasal 34, Pasal 35, dan Pasal 35A sampai Pasal 35J tentang upah minimum sektoral) - JDIH Badan Pemeriksa Keuangan, 17 Desember 2025
- Halaman katalog Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan - JDIH Badan Pemeriksa Keuangan
- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (naskah lengkap, memuat Pasal 81 yang menyisipkan Pasal 88A sampai Pasal 88F, Pasal 90A dan Pasal 90B, serta mengubah Pasal 185 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan) - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, 31 Maret 2023
- Halaman katalog Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja - JDIH Badan Pemeriksa Keuangan
FAQ
Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul.
UMR adalah singkatan dari apa?
UMR adalah singkatan dari Upah Minimum Regional, upah bulanan terendah yang boleh dibayarkan pengusaha di suatu wilayah. Istilah ini berasal dari Permenaker Nomor PER-01/MEN/1999 tentang Upah Minimum dan sudah tidak dipakai lagi dalam peraturan sejak tahun 2000.
Sejak kapan istilah UMR diganti, dan oleh aturan apa?
Sejak Kepmenakertrans Nomor KEP-226/MEN/2000. Pasal I angka 1 keputusan itu mengubah "Upah Minimum Regional Tingkat I (UMR Tk.I)" menjadi "Upah Minimum Propinsi" dan "Upah Minimum Regional Tingkat II (UMR Tk.II)" menjadi "Upah Minimum Kabupaten/Kota". Penjelasan populer yang menyebut PP 78/2015 sebagai penggantinya keliru dan meleset sekitar lima belas tahun.
Apa bedanya UMP, UMK, UMSP, dan UMSK?
UMP berlaku untuk seluruh provinsi dan wajib ditetapkan gubernur setiap tahun. UMK berlaku di satu kabupaten atau kota dan hanya ditetapkan bila hasil hitungannya lebih tinggi dari UMP. UMSP dan UMSK adalah versi sektoral yang berlaku untuk sektor usaha tertentu, dengan nilai yang harus lebih tinggi dari UMP atau UMK di wilayahnya. Angka per wilayah bisa dilihat di halaman UMR seluruh provinsi.
Apakah upah minimum berlaku untuk semua pekerja?
Tidak persis begitu. Pasal 88E ayat (1) UU Ketenagakerjaan hasil perubahan UU Cipta Kerja menyebut upah minimum berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun pada perusahaan yang bersangkutan. Untuk masa kerja di atas itu, upah ditetapkan lewat kesepakatan dan struktur skala upah, dan tetap tidak boleh lebih rendah dari ketentuan peraturan. Usaha mikro dan kecil dikecualikan oleh Pasal 90B ayat (1).
Apa sanksi kalau perusahaan membayar di bawah upah minimum?
Pidana. Pasal 88E ayat (2) melarang pengusaha membayar upah lebih rendah dari upah minimum, dan Pasal 185 ayat (1) mengancamnya dengan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun, dan atau denda Rp100.000.000 sampai Rp400.000.000. Ayat (2) menyebutnya tindak pidana kejahatan. Sebut sumbernya sebagai Pasal 185 UU Ketenagakerjaan hasil perubahan UU Cipta Kerja, karena Pasal 185 milik UU Nomor 6 Tahun 2023 sendiri mengatur subsidi angkutan.
Kalau daerah saya tidak punya UMK, angka mana yang dipakai?
UMP provinsimu. Penetapan UMK hanya dilakukan bila hasil penghitungannya lebih tinggi dari UMP (Pasal 88C ayat (3)), sehingga banyak kabupaten dan kota memang tidak punya angka sendiri. Acuannya juga mengikuti wilayah tempat perusahaan beroperasi, bukan alamat rumahmu.
Apakah UMR sama dengan UMK?
Dalam percakapan sehari-hari, orang yang menyebut UMR biasanya memaksudkan UMK di kabupaten atau kota yang punya UMK sendiri, atau UMP provinsi kalau daerahnya tidak punya UMK. Secara resmi, UMR Tingkat II memang diganti namanya menjadi Upah Minimum Kabupaten/Kota oleh Pasal I angka 1 Kepmenakertrans KEP-226/MEN/2000, sedangkan UMR Tingkat I menjadi Upah Minimum Provinsi.
Artikel lain yang mungkin berguna
Lanjutkan membaca topik yang berdekatan.
UMR Sidoarjo 2025 Rp4.870.511, Sekarang Sudah Rp5.191.541
UMR Sidoarjo 2025 resminya UMK Kabupaten Sidoarjo Rp4.870.511. Sejak 1 Januari 2026 yang berlaku Rp5.191.541, naik 6,59 persen menurut naskah Kepgub Jatim.
Baca artikelUMR Tertinggi di Indonesia 2026: Kota Bekasi Rp5.999.443
UMK tertinggi di Indonesia 2026 adalah Kota Bekasi Rp5.999.443, melampaui UMP DKI Jakarta Rp5.729.876. Peringkat lengkap dari naskah keputusan gubernur.
Baca artikelUMR Tangerang Sekarang Rp5.399.405, dan Kenapa Angka Itu Bukan yang Tertinggi di Banten
UMR Tangerang resminya UMK: Kota Tangerang Rp5.399.405, Tangsel Rp5.247.870, Kabupaten Tangerang Rp5.210.377, sejak 1 Januari 2026 per Kepgub Banten 703/2025.
Baca artikelMasih ada yang mengganjal soal umr?
Kirim pertanyaan Anda. Kami bantu jawab dengan acuan data resmi, bukan tebakan.
Tanya via WhatsApp